Bandwith, Bandwith, Bandwith!

Sejak saya aktifkan 5 Januari 2008 yang lalu, domain ini sudah berkali-kali fakir bandwith. Kapasitas sebesar 2 GB yang diberikan oleh Dapurhosting setiap bulan dengan harga langganan yang cukup murah, Rp100.000,00 per tahun, mestinya bisa membuat saya lebih leluasa melakukan upload atau install terhadap fitur-fitur blog yang saya butuhkan, apalagi kalau hanya sekadar memosting tulisan.

Namun, agaknya sesuatu yang tidak lumrah telah terjadi. Ada sesuatu yang tidak wajar. Saya merasakan domain ini demikian rakus melahap bandwith. Dalam pandangan awam saya yang gaptek ini, bandwith ibarat suplay energi yang akan membangkitkan gairah dan semangat dalam melakukan aktivitas apa pun. Kalau suplay energi habis, jelas jadi loyo dan tak berdaya, bahkan bisa mati suri. Demikian juga bandwtih. Blog ini akan loyo dan tak berdaya ketika suplay bandwith telah mencapai batas limit. Alih-alih digunakan untuk melakukan aktivitas bloging, sekadar dilirik dan dibuka pengunjung pun blog ini sudah tak sanggup menampakkan wajah katrok-nya.

Begitulah yang terjadi. Domain ini seringkali mengalami limit bandwith dalam kondisi, yang menurut hemat saya, tidak wajar. Walhasil, saya pun hanya bisa melakukan kontak e-mail kepada Dapurhosting. Alhamdulillah, Dapurhosting demikian responsif dalam menanggapi keluhan saya. Tak lebih dari 1 jam, seperti yang saya alami 10 April kemarin, domain saya telah mendapatkan suplay tambahan bandwith. Berikut e-mail jawaban dari Dapurhosting.

Tanpa bermaksud promosi, Dapurhosting selama ini tidak pernah mengecewakan saya sebagai pelanggan. Para pengelola hosting ini demikian ramah dan selalu menawarkan diri untuk membantu setiap kali saya menghadapi masalah. Bagi saya, keramahan dalam melayani keluhan pelanggan, sudah merupakan nilai tambah yang bisa membuat pelanggan merasa nyaman. Yang membuat saya merasa lebih tenang, hosting yang bermarkas di Jakarta ini selalu memberikan semangat baru buat saya agar bisa ikut berkiprah dalam membangun peradaban bangsa melalui dunia pendidikan.

Berdasarkan info dari Dapurhosting, saya pun iseng membuka cpanel domain saya. Arghhhh…. ! Saya benar-benar tersentak ketika melihat statistik penggunaan bandwith pada bulan April 2008. Berikut ini skrinsyutnya.

Dari statistik terlihat bahwa penggunaan bandwith domain saya pada tanggal 4 dan 5 April 2008 mencapai 12.476,52 MB (hampir mencapai 12,50 GB). Gila! Benar-benar tak masuk akal. Karena penasaran, saya pun mencoba untuk mereview aktivitas bloging saya pada kedua tanggal tersebut. Ya, 4 April, saya melakukan upgrade wordpress versi 2.5. 5 April 2008, saya meng-up-date theme yang selama ini dinilai teman-teman terlalu berat loading-nya. Saya pun menggantinya dengan theme uncrufty yang pernah saya pakai. Tampilannya minimalis sehingga saya berharap loading-nya lebih enteng. Setelah saya oprek-oprek kembali, wajah uncrufty pun tampil di blog ini. Namun, yang terjadi sungguh di luar dugaan. Ketika melakukan konfigurasi widget untuk bar samping, apalagi baru menggunakan WP 2.5 untuk pertama kalinya, ternyata widget tidak bisa digeser. Saya beranggapan, bisa saja karena konek internet yang sedang lemot. Saya pun tetap pe-de menggunakan theme itu, hingga akhirnya ada komentar dari Mbak Hibah kalau loading-nya sangat berat.

Walhasil, saya pun harus kembali mengunduh theme yang kira-kira cocok sesuai selera dengan tampilan minimalis dan friendly untuk dioprek-oprek. Pilihan saya jatuh pada theme magazinestyle yang didesain oleh Bankaholic Finance. Karena harus banyak berurusan dengan pemakaian bandwith ketika ngoprek-oprek theme, tanpa saya sadari, pada tanggal 10 April 2008 pukul 21.30, kembali domain saya fakir bandwith, bahkan sempat mati suri. Beruntung Dapurhosting merespon secepatnya. Tidak lebih dari satu jam, domain saya bisa kembali unjuk muka di jagad maya. Terima kasih Dapurhosting.

Meski demikian, saya masih penasaran juga. Seboros-borosnya pemakaian bandwith untuk ngoprek-oprek theme, haruskah melahap kapasitas bandwith sebesar itu? Atau, memang ada pihak-pihak tertentu yang bisa menyalahgunakan admin saya sehingga bisa seenaknya mengobral bandwith? Entahlah. Yang pasti, “musibah” fakir bandwith ini memberikan pengalaman berharga buat saya, yang belum lama mengelola domain sendiri, untuk tidak terlalu bernafsu ngoprek-oprek theme atau menginstal plugin dan fitur lain yang tidak perlu. Mungkin teman-teman punya pengalaman lain? ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Aktivitas Blogwalking dan Hadiah Buku (Sunday, 18 December 2011, 827 pembaca, 68 respon) Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke blog rumahkayu yang tengah menyongsong ulang tahun ke-3 rumah virtualnya. Sungguh tak terduga, hanya...
Menjaga Spirit dan Konsistensi Ngeblog (Thursday, 1 December 2011, 1,158 pembaca, 29 respon) Di tengah menjamurnya jejaring sosial dengan berbagai variannya, blog –dalam pandangan awam saya—belum bisa tergantikan peran dan fungsinya...
Di Balik Kematian Muammar Khadafi (Friday, 21 October 2011, 1,934 pembaca, 32 respon) Apa respon dunia begitu mendengar kematian Muammar Khadafi? Ya, ya, selalu saja muncul dua sikap yang kontras; empati atau antipati, di balik...
Mudik, Kekerabatan Sosial, dan Citra Diri (Tuesday, 23 August 2011, 1,151 pembaca, 59 respon) Mudik telah menjadi semacam “ritual”. Lebaran (nyaris) kurang meriah jika “ritual” mudik hilang dari ruang-ruang sosial di negeri ini....
Ketika Kang Putu Mengkritisi Fenomena Zaman Edan (Monday, 9 May 2011, 850 pembaca, 16 respon) Beberapa waktu yang lalu, usai seminar “Pengajaran Sastra, Kurikulum, dan Kompetensi Guru Bahasa” di Unnes (Minggu, 10 April 2011), saya...
tentang blog iniTulisan berjudul "Bandwith, Bandwith, Bandwith!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (11 April 2008 @ 13:19) pada kategori Opini, Sastra dan telah dikunjungi oleh 1,285 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: