14Jul 2009 121 Comments2,196 pembaca
Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak ala Melly Kiong
Tulisan ini seharusnya saya publikasikan beberapa hari yang lalu usai mengikuti seminar Mbak Melly Kiong di Semarang, Sabtu, 11 Juli 2009 yang lalu. Namun, karena ada beberapa kegiatan *sok sibuk* dan sedang membenahi beberapa gubug maya saya yang sedang telantar, baru kali ini saya sempat memostingnya.
Ya, ya, ya, seperti yang pernah saya tulis di sini, saya mengagumi pemikiran-pemikiran kreatif Mbak Melly –demikian saya biasa memanggilnya—tentang kepeduliannya terhadap pola pengasuhan dan pendidikan anak. Lewat motto “Peduli Anak Bangsa” dan “Rumah Moral”-nya, Mbak Melly tak hanya sekadar berorasi, tetapi juga beraksi. Lewat buku dahsyatnya, Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik? yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, Mbak Melly memaparkan dan sekaligus juga membuktikan bahwa perempuan karier ternyata bisa juga mendidik anak dengan baik. Ini artinya, dalam kacamata Mbak Melly, tak ada alasan bagi kaum perempuan karier gagal dalam mengasuh dan mendidik anak hanya lantaran kesibukannya di sektor publik.
Dalam bukunya itu, Mbak Melly mendedahkan pengalaman langsung bagaimana di tengah kesibukan yang menumpuk, dia masih memiliki kesempatan untuk membimbing secara kreatif terhadap kedua anaknya, Julian (10 tahun) dan Matthew Liem (6 tahun). Diramu dengan beberapa kiat yang pernah dibaca lewat berbagai sumber, Mbak Melly berkesimpulan bahwa perempuan karier bisa juga menjadi sosok ibu yang sukses dalam mendidik anak-anaknya di rumah. Julian dan Matthew telah merasakan imbas terhadap kiat-kiat praktis yang diterapkan Mbak Melly. Kedua anak ini tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan merasa nyaman meskipun sering ditinggal oleh sang ibu. Hal itu bisa dibaca melalui berbagai lampiran sebagai dokumen portofolio buku untuk melihat bagaimana Julian dan Matthew menikmati dunianya sehari-hari di lingkungan keluarga dan di sekolah.





Mbak Melly, dengan model pengasuhan dan pendidikan anak yang dia gagas, telah membuktikan pemikiran-pemikiran kreatif itu. Dia tak hanya mengusung slogan kosong, melainkan terus beraksi dalam tataran realitas. Lewat “Rumah Moral”-nya, Mbak Melly masih menyempatkan diri untuk memberikan bekal keterampilan dan basis moral yang kuat kepada anak-anak tak mampu.
Kesibukannya pun makin berlipat-lipat karena banyaknya permintaan mengisi seminar di berbagai tempat. Bukunya makin laris manis, bahkan kabarnya buku Mbak Melly bakal diterbitkan dalam bahasa Inggris untuk meraih pangsa pasar internasional. Wah, selamat Mbak Melly, semoga pemikiran-peimikiran kreatif Mbak Melly bisa “go-Internasional” sehingga bisa ikut berkiprah dalam membangun sebuah peradaban yang bermartabat dan mencerahkan. Demikian dahsyatnya daya pukau buku “how to … “ ini hingga Jaya Suprana pun terpikat untuk memasukkannya ke dalam MURI (Musium Rekor Indonesia). Wah!
Sungguh beruntung saya bisa mengikuti paparan Mbak Melly dalam seminar yang digelar di PT Phapros, Semarang, Sabtu, 11 Juli 2009, yang lalu itu. Inilah pertemuan saya untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama hanya bisa bersilaturahmi secara maya. Saya hadir setelah mendapatkan kepastian kehadiran Mbak Melly dalam seminar itu, pada hari Jumat, 10 Juli 2009. Alhamdulillah, Pak Mampuono yang juga Ketua Klub Guru Indonesia (KGI) Jateng juga memastikan untuk hadir. Guru mumpuni yang berkali-kali menyabet predikat sebagai guru berprestasi internasional ini tampak antusias mengikuti paparan Mbak Mellly.
“Saya banyak belajar dari buku Mbak Melly bagaimana cara mendidik anak. Saya sudah menerapkannya untuk anak saya,” kata guru SMP SMP 18 Semarang itu. “Jika tak ada halangan, Mbak Melly akan kami undang sebagai narasumber dalam seminar nasional KGI di Semarang pada awal Agustus nanti. Bahkan, Mbak Melly akan kami ajak road-show ke berbagai daerah di Jawa Tengah untuk memperkenalkan kepada publik bagaimana mengasuh dan mendidik anak secara benar di era global yang makin abai terhadap nilai-nilai moral ini,” lanjutnya di sela-sela seminar.
Ya, ya, ya, tidak salah kalau Pak Mampuono menggandeng Mbak Melly dalam acara road-show KGI Jateng itu. Pembawaan Mbak Melly yang ramah dan supel, agaknya akan memudahkan publik dalam mencerna gagasan-gagasan kreatifnya. Apalagi didukung kecerdasan linguistik dan kemampuan nmembangun komunikasi secara dialogis dan interaktif sesuai dengan latar belakang Mbak Melly yang selama ini mengakrabi dunia marketting di perusahaan tempatnya bekerja. Hmm … pasti akan menjadi sebuah suguhan agenda yang menarik dan memikat.
Kesan saya terhadap sosok Mbak Melly makin kuat ketika berkesempatan ngobrol dan makan siang bersama usai seminar. Dengan sikap rendah hati, ramah, dan simpatik, Mbak Melly menunjukkan beberapa karya “anak asuhan”-nya. Ada beberapa produk kerajinan yang sempat dia bawa. Beberapa di antaranya dihadiahkan untuk saya dan Pak Mampuono. Terima kasih Mbak Melly.
Agaknya, Mbak Melly tidak main-main dengan gagasan-gagasan kreatifnya itu. Dia terus membangun jejaring sosial secara intensif kepada publik, termasuk lewat Fesbuk. Aksi dan tekadnya yang kuat untuk mengabdikan sebagian hidupnya demi melahirkan generasi masa depan yang terampil, bermoral, dan berakhlak mulia, bisa menjadi mitra sinergis bagi segenap komponen dan stakehokder pendidikan yang selama ini masih dirisaukan berbagai persoalan moral dan budaya yang mulai terdegradasi akibat kuatnya gerusan nilai-nilai kapitalisme, materialisme, hedonisme, atau konsumtivisme. Nah, selamat berkarya untuk bangsa, Mbak Melly. Salam Peduli Anak Bangsa! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak ala Melly Kiong" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (14 July 2009 @ 10:51) pada kategori Budaya, Edukasi, Refleksi dan telah dikunjungi oleh 2,196 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













May 19, 2011 @ 16:27:21
bagaimana untuk mendapatkan buku ini..bolehkah saya dikirimi penawaran harga bukunya..rencana kita perlu buku ini 300 buah
May 20, 2011 @ 01:09:51
mbak novi yang baik. pesan mbak novi sudah saya sampaikan kepada mbak melly via sms. silakan direspon, atau bisa juga menulis pesan langsung di facebooknya.
Catatan Sawali Tuhusetya
Sep 17, 2010 @ 00:53:34
[...] anak-anak asuhannya, dengan memberikan bekal keterampilan yang cocok dan pas dengan dunia mereka. Ketika bertemu di Semarang beberapa waktu yang lalu, Mbak Melly memberikan saya oleh-oleh hasil keterampilan anak-anak asuhannya yang sebagian besar [...]
Jun 21, 2010 @ 08:42:08
selama kuliah saya mendapatkan ilmu tentang keluarga dan konsumen, sesuai dengan jurusan yang saya ambil saat ini.
Buku ini dapat menambah ilmu saya tentang pola pengasuhan terhadap anak. Dan dalam buku ini terlihat jelas aplikasi secara nyata yang dilakukan leh bu Melly Kiong.
Jun 23, 2010 @ 17:41:10
terima kasih apresiasinya, mbak nabilla, syukurlah kalau kehadiran buku ini ada manfaatnya.
Jun 20, 2010 @ 11:43:57
buku yang luar biasa,selama kuliah saya mendapatkan ilmu tentang pengasuhan anak,ketika membaca buku Bu Melly, saya mendapatkan cara untuk mengaplikasikannya kelak (kalau sudah mempunyai anak ^^). memang benar, ketika mengasuh anak, bukanlan kuantitas yang diperlukan tetapi kualitas pengasuhannya. hal ini terlihat dari cara bu Melly mengasuh anaknya.
Jun 23, 2010 @ 17:32:12
terima kasih tambahan infonya, mbak ririn.
Jun 16, 2010 @ 17:26:13
Wah hebat, jadi penasaran gimana caranya.
May 05, 2010 @ 18:26:38
luar biasa,bu melly,saya pernah mendpt masukkan dri bu melly. bahkan sempat di tanya ke dpn. salam kenal petrina.
Feb 01, 2010 @ 14:23:14
:d/
Hidup buku!
Sebagai orangtua banyak hal yang harus kita pelajari di jaman sekarang ini. Kadang membantu anak-anak berkembang, sepertinya kita kekurangan bahan, kekurangan ide (asal jangan kehilangan akal:d ) Syukurnya banyak juga bantuan yang diberikan para pakar saat ini.^:)^
.-= Baca juga tulisan terbaru refa berjudul "Panduan Halo Balita (Jilid Value)" =-.
Feb 02, 2010 @ 20:07:10
terima kasih tambahan info dan apresiasinya.
Sep 26, 2009 @ 12:01:25
ya… pengasuhan anak memang tugas ibu… masalah dibantu atau tidak dengan pengasuh, manajernya tetap orangtua… untuk mempermudah mengarahkan dan dalam pola asuh anak… ada baiknya didukung dengan tes sidik jari:)>-
Sehingga kita punya referensi tambahan untuk pengasuahn anak… salam.
Sep 27, 2009 @ 16:16:40
terima kasih tambahan infonya, mbak tiwi. pendapat mbak tiwi sungguh mencerahkan.
Aug 06, 2009 @ 23:43:29
Kekuatan seorang ibu tersirat dan tersurat secara rapi, apik, sederhana dan lugas dalam buku mbak melly dapat dijadikan contoh tuk keluarga Indonesia.
Terima kasih bukunya mbak, dan sudi main ke Bogor
Salam dari istri, Diana Safitri (SD Insan Teladan – Parung – Bogor)
Aug 08, 2009 @ 03:12:03
sepakat banget, mas nanda. wew…. ternyata mas nanda dapat hadiah itu langsung dari mbak melly?
Jul 22, 2009 @ 16:16:20
intinya segala hal tergantung tekadnya ya pak?
Jul 21, 2009 @ 06:02:35
contoh yang baik…
Julian? kayak nama saya
Jul 21, 2009 @ 06:32:49
@julian,
hehehe … bener juga. mungkin sama juga wataknya nih, hehe …
Jul 21, 2009 @ 04:46:03
Sebetulnya memang tak ada alasan perempuan berkarir di luar rumah, tak bisa mendidik anak. Lingkungan kerja saya telah membuktikan itu puluhan tahun, dan justru para wanita bekerja ini bisa menggunakan waktunya lebih efisien, dan putra putrinya tetap mendapat pendidikan yang baik.
Era komunikasi yang makin mudah juga menyebabkan kita makin bisa memahami anak, mengenal lingkungan anak dan teman-temannya, gurunya dan juga dosennya. Saya dulu sebelum anak-anak lulus S1, sering berkirim-kirim an email dengan dosen mereka untuk mengetahui perkembangan anak-anak. Para dosen ini juga yang mewanti-wanti, masa yang paling berisiko bagi anak, dan dimana titik kritisnya.
Jul 21, 2009 @ 06:29:41
@edratna,
sepakat banget, bu eny. kalau komunikasi bisa dibangun antar pasutri agaknya semua masalah, termasuk dalam pengasuhan dan pendidikan anak bisa terselesaikan dg baik. pengalaman bu eny menunjukkan hal itu. semoga saja banyak perempuan di negeri ini yang sukses berkarier sekaligus sukses berumah tangga.
Jul 19, 2009 @ 09:12:04
Wah, kabar gembira, nih. Saya harus cari tahu nih gimana kiat Mbak Melly itu. Perempuan bekerja memang sangat mungkin melalaikan tugas mendidik dan merawat anak.
.-= Baca juga tulisan terbaru racheedus berjudul Saat Konsep Pernikahan Digugat =-.
Jul 19, 2009 @ 18:06:48
hmmm … kalau memang tertarik, sliakan baca postingan saya tentang http://sawali.info/2008/04/30/melly-kiong-dan-bukunya/ , mas rache, hehe … di situ ada alamat email-nya mbal melly dan blog lamanya.
Jul 18, 2009 @ 20:20:08
info yang mnarik
Jul 19, 2009 @ 18:01:49
hmmm … terima kasih apresiasinya, mas han.
Jul 18, 2009 @ 00:55:12
keknya bukunya bagus nih….
kek di sinetron lah…
tapi ya agak2 susah juga supaya berkarier trus bisa mendidik anak dgn baik…perlu kerjasama dgn suami pastinya….tapi yah maap2 aja sih kebanyakan klo suami istri sibuk biasanya anaknya jadi….gimanaaa gitu….
.-= Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul Wani Ngalah Luhur Wekasane =-.
Jul 19, 2009 @ 17:32:30
lumayan juga, mas tono, karena buku ini masuk MURI-nya Jaya Suprana. silakan kalau ada waktu baca juga buku ini, hehe … ada di tokok buku, kok!
Jul 17, 2009 @ 21:29:23
Allow mas, dateng lagi nih
Jul 17, 2009 @ 23:53:13
@Bisnis Online,
wah, trima kasih banget. belum sempat posting baru nih, hehe …
Jul 17, 2009 @ 16:34:48
sangat mendidik pak…
matur suwun…
.-= Baca juga tulisan terbaru ircham berjudul MOS; Perlukah? =-.
Jul 17, 2009 @ 23:52:36
@ircham,
mudah2an, mas ircham, termasuk buku yang mencerhkan juga, kok.
Jul 17, 2009 @ 13:41:48
bukunya bagus…………
.-= Baca juga tulisan terbaru komuter berjudul S A M A P T A =-.
Jul 17, 2009 @ 23:51:54
@komuter,
lumayan, mas, hehe … makanya masuk MURI-nya jaya suprana.
Jul 17, 2009 @ 13:31:42
penting bagi saya……
sedih pas berangkat kerja, ninggalin si gendut di rumah.
.-= Baca juga tulisan terbaru javanese berjudul Yakuza moon, memoar seorang putri gangster Jepang =-.
Jul 17, 2009 @ 23:51:27
@javanese,
hmmm …. mudah2an saja semuanya bisa teratasi, mbak. sukses karier sekaligus sukses sektor domestiknya.
Jul 17, 2009 @ 11:03:26
Waaaah.. sibuk terus yaaa mas Sawali yang baik.. ya sudah tetep semangat mencipta dan berkarya..
Salam Sayang Selalu
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Hilangnya Jati Diri Manusia =-.
Jul 17, 2009 @ 23:50:35
@KangBoed,
sok sibuk, kangboed, hehe … salam sayang juga kangboed yang baek.
Jul 17, 2009 @ 09:58:22
semarak seminarnya pak!
Jul 17, 2009 @ 23:50:02
@Ndoro Seten,
begitulah, mas nanang.
Jul 17, 2009 @ 01:11:10
Wah jadi pingin baca dan mempelajari buku ini pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul SELAMAT =-.
Jul 17, 2009 @ 23:49:35
@azaxs,
hehe … baca aja, mas azaxs. kayaknya dah banyak dijula di tokok buku, kok.
Jul 16, 2009 @ 21:37:28
duh, telat, saya ketinggalan banyak sekali tulisan baru nih, pak.
maklum, saya juga sok sibuk banget.
agaknya musti membaca buku mbak melly biar lebih mumpuni dalam hal manajemen waktu. bukankah hakikatnya itu? wanita karir sekalipun, asal lihai memenej waktu dan prioritas, tetap akan berhasil di dalam rumah tangga. easy said than done, makanya saya salut pada mbak melly yang berhasil menjalankannya, bahkan sekarang menularkannya pula!
.-= Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Ambon Manise =-.
Jul 17, 2009 @ 23:48:54
@marshmallow,
walah, nggak telat kok, mbak yulfi. kalau mbak yulfi memang sibuk beneran, ndak kayak saya, hehe …. ok, mbak yulfi pasti bisa melakukannya dg baik. menjadi perempuan karier yang sukses sekaligus juga sukses membangun kehidupan rumah tangga.
Jul 16, 2009 @ 19:39:39
wah buku yang sangat menarik untuk dibaca !
Jul 17, 2009 @ 23:46:59
@riffrizz,
begitulah, mas. memang layak dibaca dan dimiliki, hehe ..
Jul 16, 2009 @ 19:38:20
Terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua teman teman Pak Sawali umumnya dan kepada Pak Sawali khususnya yang telah menuliskan dengan sangat piawai tentang buku saya. Jujur saja bukan keinginan saya untuk menunjukkan kepada khalayak ramai bagaimana hebatnya saya mendidik anak yang belum kelihatan sukses. Saya juga tidak gegabah bahwa anak saya pasti menjadi anak yang sukses.Namun sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana keputusan saya untuk tetap bekerja dikarenakan saya tidak menghendaki pengalaman buruk keluarga kami ketika meninggalnya ayahanda kami dengan seorang Ibu yang tidak siap secara mental akan sangat menyulitkan. Oleh karena itu saya harus konsekuen dengan pilihan saya namun saya tetap mencari jalan keluarnya bahwa kesibukan bukan jadi penghalang buat saya. Bukan kuantitas ketemu melainkan kualitas bertemu yang coba saya carikan jalan keluarnya dan dorongan untuk memberikan stimulasi pendidikan mental juang sedini mungkin jugalah yang membuat saya terpanggil untuk berbagi dengan siapapun dan dimanapun berada.Terma kasih ats pujian serta kritikannya semoga tetap membangunkan semangat peduli anak bangsa .
Jul 17, 2009 @ 23:46:22
@melly Kiong,
terima kasih juga kepada bu melly yang telah berkenan merespon secara langsung komentar teman2 yang ada di postingan ini. salut buat bu melly dan sukses selalu! salam peduli anak bangsa.
Jul 16, 2009 @ 19:01:48
Wahh senang pasti ketemu mbak melly, saya belum baca bukunya, tapi pernah baca beberapa ulasan bukunya dari resensi. Sepertinya makin banyak orang tua di Indonesia membaca buku seperti ini, maka perubahan cara mendidik dan mengasuh anak akan terjadi. Guru wajib baca tuh pak…
.-= Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul …1 lawan 255… =-.
Jul 16, 2009 @ 20:46:35
@imoe, terima kasih apresiasinya…semoga harapan kita semua utk anak bangsa yang lebih baik bisa terwujud
Jul 16, 2009 @ 18:21:33
Whaduh di blog sana ketemu buku bagus> dI SINI juga ketemu buku bagus. Alamak bisa tekor aku beli buku melulu.

.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Ateis menjawab Gambit Pascal (Pascal’s Wager) =-.
Jul 16, 2009 @ 20:45:41
@lovepassword, wow bersyukurkan banyak ilmunya ?
Jul 16, 2009 @ 17:43:15
bukan bermaksud menghakimi dan berikap skeptis.
saya hanya ingin melihat bagaimana Julian dan Matthew nantinya setelah dewasa, bukan sekarang.
jikalau saja gagasan yang ditawarkan oleh Melly Kiong tidak ditukar dengan rupiah mungkin akan lain ceritanya…
maaf ya mas Sawali…
ini sekedar berbagi rasa saja…
.-= Baca juga tulisan terbaru Mahendrattunggadewa berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa = Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Bangsa =-.
Jul 16, 2009 @ 20:44:43
@Mahendrattunggadewa, terima kasih banayk masukannya, seklai lagi bukan bermaksud mengatakan kepada publik ttg kehebatan saya dalam mendidik anak, dan sangat dini untuk menyimpulkan ttg kesuksesan, namun tugas saya sebagai ibu hanya menanamkan benih mental supaya anak anak saya bisa bejuang di dunia yang semakin sulit kompetisinya. Saya mohon doanya yah supaya teteap punya kesempatan mendidik mereka sesuai harapan
Jul 16, 2009 @ 12:16:27
Bikin ringkasan bukunya dong Pak, hehehe.
.-= Baca juga tulisan terbaru Iwan Awaludin berjudul Sistem Pertahanan Indonesia =-.
Jul 17, 2009 @ 23:45:07
@Iwan Awaludin,
widih, bukunya lumayan tebal, pak, hehe ….
Jul 16, 2009 @ 12:11:24
wah bagus banget dan pantas ditiru oleh kaum perempuan indonesia.
tidak boleh menjadikan kesibukan karir menjadi alasan buat tidak mendidi atau memperhatikan perkembangan anak kita,
kan kalo anak kita jadi tidak baik kita juga yang susah!
bener-bener hebat ya
semangat
Stop
Dreaming Start Action
Jul 16, 2009 @ 20:42:01
@Iklan Baris, betul seklai pak, semoga banyak perempuan yang terinspirasi
Jul 16, 2009 @ 11:47:50
Saya ingin juga menulis buku…. (gak nyambung ya komentarnya. hehehe)
.-= Baca juga tulisan terbaru muji berjudul [Alnect Komputer] Netbook E-Book =-.
Jul 16, 2009 @ 20:41:22
@muji, ayo mas nulis ,ternyata bisa berbuat banyak lho..
Jul 16, 2009 @ 09:24:55
buku untuk mengetahui segalanya
.-= Baca juga tulisan terbaru and1k berjudul Bahasa kurang baku dalam sebuah postingan =-.
Jul 20, 2009 @ 00:22:46
@and1k,
sepakat, mas andik. memang buku punya fungsi seperti itu.
Jul 16, 2009 @ 06:27:33
bagus tuh seminarnya
sayangnya gak ada di lombok 
.-= Baca juga tulisan terbaru Bisnis Online berjudul Tips Sukses Jangka Panjang Dalam Bisnis Online =-.
Jul 16, 2009 @ 20:40:44
@Bisnis Online, terima kasih semoga suatu hari saya diundang ke lombok
Jul 16, 2009 @ 01:42:36
Itu buktinya kalau wanita itu perkasa……
.-= Baca juga tulisan terbaru mas8nur berjudul Hampa =-.
Jul 16, 2009 @ 20:40:14
@mas8nur, perkisi lagi pak..
Jul 16, 2009 @ 00:18:26
Wah menarik juga nih nih bukunya pak, wajib dibaca untuk para ibu yang sedang berkarir
.-= Baca juga tulisan terbaru Taktiku berjudul Review Buku “For Matrimonial Purposes” (cinta kan datang) =-.
Jul 16, 2009 @ 20:25:02
@Taktiku, semoga jadi buku fgerakan nasional
Ranselku Sudah Siap « jejaka petualang
Jul 15, 2009 @ 22:10:45
[...] Pak Sawali [...]
Jul 15, 2009 @ 21:58:49
selamat malam, pak. anda dapat award lagi. kali ini turunan dari saya. hehe..
.-= Baca juga tulisan terbaru morishige berjudul Ranselku Sudah Siap =-.
Jul 15, 2009 @ 21:30:33
wah….bgimana dengan bapak pengasuh anak yaks ??
)
.-= Baca juga tulisan terbaru okta sihotang berjudul muter – muter, ngalur ngidul gak jelas… =-.
Jul 16, 2009 @ 20:24:07
@okta sihotang, makanya saya tulis peran suami istri harus dalam satu komando…jd bapak sangat berperan sebagai juri tentunya
Jul 15, 2009 @ 19:52:09
Kalo Pak Sawali menerbitkan buku dan mengadakan seminar setelah itu, kabari saya ya
.-= Baca juga tulisan terbaru isnuansa berjudul Membalas Komentar Dengan Email =-.
Jul 16, 2009 @ 20:00:08
@isnuansa, harus hadir, ternyata beliau bukan piawai dalam menulis, ttp sangat piawai menuturkan kata
kata memukau
Jul 15, 2009 @ 18:09:07
nanti istri saya, akan saya suruh seperyi Melly Kiong ach. Jadi semua tidak ada yang terlantar ntar
Jul 16, 2009 @ 19:58:59
@arifudin, jangan nanti istri bisa cemburu….he he he
Jul 15, 2009 @ 18:07:39
Selama Ikhlas apapun menjadi ringan
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Belajar dari Gajah =-.
Jul 16, 2009 @ 19:58:26
@ajengkol, betul sekali, kuncinya hanya iklas…spt pak Sawal
Jul 15, 2009 @ 16:50:07
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
Jul 16, 2009 @ 19:57:57
@KangBoed, salam cinta damai dan kasih sayang juga
Jul 15, 2009 @ 16:25:49
buku yg menarik nih.. bs untuk kado buat istri..
Jul 16, 2009 @ 19:57:22
@waw, bisa sekali pak, banyak temana teman yang kasih hadiah kado nikah..
Jul 15, 2009 @ 16:11:11
klw tidak salah, di Jepang ibu rumah tangga bergelar s-2. Jd secara intelektual generasi mereka cerdas.
.-= Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul APALAH ARTINYA SEBUAH NAMA =-.
Jul 16, 2009 @ 19:56:47
@tengkuputeh, kalau saya malah S3 ( SD SMP dan SMA ) he he he
Jul 15, 2009 @ 15:13:26
Membeli buku Mbak Melly akan lebih bermanfaat daripada beli ebook cari uang/bisnis di internet yang tidak jelas juntrungannya. Alih-alih ngajarin langkah demi langkah cari uang di internet malah ngajarin untuk jualan ebook yang nggak jelas itu sendiri.
Ibu-ibu supersibuk perlu baca dan ikut seminar Mbak Melly.
.-= Baca juga tulisan terbaru kombor berjudul Nampaknya Sudah Butuh Bloodcare dan Fishqua =-.
Jul 16, 2009 @ 19:56:15
@kombor, terima kasih , semua buku bermanfaat kalau kita lihat dari sisi positif pak
Jul 15, 2009 @ 12:50:11
Salut buat bu Melly pak, hari ini ganti pak Wali kunobatken jadi RAJA BLOG ditempatku.
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Raja Blogku =-.
Jul 16, 2009 @ 19:55:39
@Wandi thok, salut buat Pak Sawal…juga saya tidak bisa dikenal kalau bukan tulisan dia yang mempropagandakan …
Jul 15, 2009 @ 12:35:12
antara karir dan keluarga memang harus seimbang ya Pa’…?
.-= Baca juga tulisan terbaru masher berjudul Kegiatan Awal Sekolah =-.
Jul 16, 2009 @ 19:54:59
@masher, Idealnya …kita tetap harus berusaha lakukan yang terbaik.
Jul 15, 2009 @ 11:46:44
wah keren….bagus sekali untuk pembelajaran nanti!!! bukunya beli dimana ya?? sepertinya belum masuk ke NTB
.-= Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Bridal Shoes =-.
Jul 16, 2009 @ 19:54:17
@casual cutie, di Toko buku Gramedia, kalaupun tidak ada bs pesan via saya + ongkos kirim yah ?
Jul 15, 2009 @ 11:12:21
wah ulasannya lengkap..
bukunya bisa jadi alternatif bacaan yg bagus buat ibu2 yg bekerja..
.-= Baca juga tulisan terbaru fandhie berjudul Menganalisa Kekalahan Telak JK-Win di Pilpres 2009 =-.
Jul 16, 2009 @ 19:53:32
@fandhie, bukan hanya ibu saja tapi buat bapak bapak juga sehingga bapak bapak tidak takut terhadap istri yang bekerja.bukan provokasi yah ?
Jul 15, 2009 @ 10:47:25
belum baca bukunya Pak. baru resensinya ja. hmmm, salah satu wanita perkasa Indonesia punya. semoga banyak yang terinspirasi ya Pak. jadi ndak perlu stress, milih karier atau anak
.-= Baca juga tulisan terbaru onabunga berjudul Manajemen Stress Rasa Gado-gado =-.
Jul 16, 2009 @ 19:52:40
@onabunga, bukan perkasa, tapi perkisi…saya tetap ibu yang jauh dari sempurna kog, masih tetap berproses
Jul 15, 2009 @ 10:22:54
Bisa jadi referensi kalau dah punya anak.. tentunya kalau sudah menikah besok…
.-= Baca juga tulisan terbaru masares berjudul Cara Memasang CommentLuv di Blogger atau Blogspot =-.
Jul 16, 2009 @ 19:51:49
@masares, pasti bisa , buku saya bisa untuk nenek nenek yg kewalahan dngan proses didik anak anaknya terhadap cucunya sekarang..
Jul 15, 2009 @ 09:59:47
buku bukunya berkarakter dan banyak gunanya.
salut ma mbak mely. la ibuk saya saja kadang membiarkan anaknya tapi kalo keblasuk ya diingatkan.
.-= Baca juga tulisan terbaru jidat berjudul Linker JavaScript friendster Js linker Update #2 =-.
Jul 16, 2009 @ 19:50:53
@jidat, salut buat semua yang mau baca buku saya dan mau menerima ide saya…terima kasih
Jul 15, 2009 @ 03:10:45
makasih mas infonya…jadi kenal melly kiong neh…siiip
.-= Baca juga tulisan terbaru buwel berjudul Bila Presiden di atas Menteri… =-.
Jul 16, 2009 @ 19:49:43
@buwel, terima kasih syaa selalu katakan bahwa saya tidak bisa sendiri dalam sebuah mimpi” untuk Indonesia yang lebih baik, jadi mau yah jadi teman teman yang mau saling bersinergi?
Jul 14, 2009 @ 19:18:27
waduhh.. istri saya telanjur berhenti bekerja. sepertinya dengan membaca buku ini bisa menjadi tercerahkan
Jul 16, 2009 @ 19:48:40
@novi, pak ternyata banyak istri yang di rumahpun merasakan ternyata cara mendidik dalam buku saya yang begitu sederhana sangat membantu..kata ibu ibu lho bukan kata saya
Jul 14, 2009 @ 18:16:15
ibu-ibu macam begini kalo nggak sibuk malah uring-uringan dan badannya pegal-pegal lho pak…
Jul 15, 2009 @ 18:11:50
@suryaden, setuju sama kang suryaden, nih. bisa jadi memang habitat ibu itu di lingkungan yang super sibuk yang bisa menimbulkan pencerahan terhadap cara mendidik anak.
eh, cara berpikirku kok aneh ya
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Chef Delenger =-.
Jul 16, 2009 @ 19:47:25
@suryaden, yah mungkin kali yah Pak, kalau saya pegal karena benar benar kerjanya capek…
Jul 14, 2009 @ 17:42:12
saya sering denger namanya, tapi baru ngeh ketika baca artikel pak sawali ini. Mungkin, inilah salah satu kartini baru sesungguhnya…
.-= Baca juga tulisan terbaru zenteguh berjudul Guinness, Bisnis dan Misi Sosial Arthur =-.
Jul 16, 2009 @ 19:45:36
@zenteguh, saya selalu katakan orang tidak perlu kenal siapa Melly kiong, tapi adopsilah cara kreatifnya…he he
Jul 14, 2009 @ 17:41:06
SALUTE.. TWO THUMBS UPPPSS BUAT MAS SAWALI SAUDARAKU YANG BAIK TETAP SEMANGAT BERKARYA DAN MENCIPTA
SALAM SAYANG
Jul 16, 2009 @ 19:44:36
@KangBoed, four thumbs untuk Pak Sawali…dua tidak cukup, beliau benar guru sejati dan saudara buat saya pribadi
Jul 14, 2009 @ 17:10:04
buku yang layak dijadikan refensi pak. di tengah-tengah terpuruknya anak-anak sekarang yg disebabkan salah metode mengasuhnya
Jul 20, 2009 @ 00:19:34
@dafhy,
tepat sekali, mas dafhy. memang butuh sinergis semua pihak agar anak2 benar2 terarah dan terdidik dg baik. buku tersebut setidaknya mengacu pada pola pengasuhan dan pendidikan semacam itu.
Jul 14, 2009 @ 15:15:19
Talenta dan kebanggaan sebagai guru dalam mendidik anak anak merupakan suatu anugerah yang tiada tara *saya selalu bangga sebagai tenaga pendidik* .. kalau mendidik anak sendiri belum punya je .. tetap semangat
Jul 20, 2009 @ 00:18:20
@ajengkol,
wah, bagus itu mbak ajeng. mestinya begitu. konon guru yang baik adalah guru yang memperlakukan siswa didiknya seperti anak sendiri. jadi, meski belum mendidik anak sendiri, mbak ajeng kan bisa belajar dulu, kekeke ….
Jul 14, 2009 @ 14:44:38
bisa dapat motivasi neh, mengenai pekerjaan baru saya… Thx ya pak
Jul 16, 2009 @ 19:43:38
@NoRLaNd, semoga bisa bermanfaat..terima kasih
Jul 14, 2009 @ 13:58:19
wah menarik, walaupun saya lebih ingin jadi freelancer, bisa menjadi referensi klo emang rencana ke depan berubah
.-= Baca juga tulisan terbaru sinta berjudul Catatan Harian Amelia Tentang Surat Menyurat =-.
Jul 16, 2009 @ 19:42:43
@sinta, idealnya adalah seorang ibu punya waktu yg fleksible dengan anak, tp kita tidak bisa memilih terhadap kesempatan yang ada, untuk persiapan jika bekerja mungkin bs adopsi idenya.terima kasih bu
Jul 14, 2009 @ 13:30:32
Buku-buku seperti itu menurut saya sangat berkarakter dan kaya isi, Pak! Semoga buku-buku seperti itu lebih laku ketimbang buku-buku mistis dan kisah cinta bertajuk agama yang kian marak
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Sydney, Raksasa Lengang =-.
Jul 16, 2009 @ 19:40:57
@DV, terima kasih jika merasa buku saya punya andil dalam perubahan yg positif.
Jul 14, 2009 @ 12:24:39
buku yang akan sangat berguna sekali utk perkembangan negara ini. krn sebuah negara yang stabil berawal dari sebuah keluarga yang mantaaap.. hehe..
Jul 16, 2009 @ 19:40:14
@morishige, setuju sekali, buku ini berisi bagaimana menstimulasi anak sedini mungkin dengan metal juang spt sopan santun, konsekuen, peduli, daya juang disiplin dll, semoga terinspirasi.terima kasih