24Jul 2009 146 Comments4,859 pembaca
Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan?
Hampir saja lupa kalau 23 Juli telah ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Momentum seperti ini seharusnya bisa dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap silang-sengkarutnya dunia anak yang terkebiri dan termarginalkan. Tak jarang anak-anak dari keluarga tak mampu sering “dipaksa” untuk secepatnya menjadi dewasa dengan beban tanggung jawab ekonomi keluarga secara berlebihan sehingga mereka tak sempat menikmati masa kanak-kanak yang ceria dan menyenangkan. Sudut-sudut kota pun sarat dengan keliaran anak-anak jalanan. Ironisnya, tak sedikit aparat yang menilai kehadiran mereka sebagai sampah masyarakat yang mesti dikarantina tanpa ada kemauan politik untuk membebaskan mereka dari cengkeraman kemiskinan dan ketidakadilan.
Anak jalanan, agaknya masih menjadi salah satu problem klasik negara-negara berkembang, termasuk di negara kita. Kehadiran mereka di sudut-sudut kota yang pengap dan kumuh bisa jadi sangat erat kaitannya dengan jeratan kemiskinan yang menelikung orang tuanya. Masih jutaan keluarga di negeri ini yang hidup di bawah standar kelayakan. Untuk menyambung hidup, mereka dengan sengaja mempekerjakan anak-anak untuk berkompetisi di tengah pertarungan masyarakat urban yang terkesan liar dan kejam. Kekerasan demi kekerasan seperti mata rantai yang menempa sekaligus menggilas anak-anak miskin hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang terbelah. Tentu saja, kita tidak bisa bersikap apriori dengan mengatakan, “Salahnya sendiri, kenapa miskin?” Hmmm … kalau saja mereka punya pilihan untuk dilahirkan, sudah pasti tak ada seorang pun anak manusia yang ingin lahir dan besar di tengah-tengah deraan kemiskinan orang tuanya.
Dari sisi latar belakang kehidupan keluarga yang sangat tidak nyaman untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, sesungguhnya tak ada tempat untuk menyia-nyiakan anak-anak miskin yang terlunta-lunta hidup di jalanan. Kehadiran mereka justru perlu diberdayakan dengan sentuhan lembut penuh kemanusiawian. Namun, berkembangnya sikap latah dan kemaruk ingin menjadi kaum borjuis dan bergaya hidup feodal secara instan agaknya telah membakar dan menghanguskan nilai-nilai kemanusiawian itu. Alih-alih menyantuni, gaya hidup borjuasi dan feodalistik itu, disadari atau tidak, justru telah memosisikan anak-anak jalanan makin kehilangan kesejatian dirinya. Kata-kata kasar dan perlakuan tak senonoh sudah menjadi hiasan hidup dalam keseharian anak-anak jalanan. Orang-orang kaya yang seharusnya bisa memberdayakan dan menggerakkan semangat hidup mereka justru makin tenggelam dalam sikap hipokrit, pongah, dan kehilangan kepekaan terhadap nasib sesama.
Kondisi itu diperparah dengan sikap negara yang belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan memadai buat mereka. Melalui tangan-tangan aparatnya, anak-anak jalanan justru digaruk dan dihinakan di atas mobil bak terbuka; diarak dan dipertontonkan kepada publik. Sungguh, sebuah perlakuan purba yang jauh dari nilai-nilai kesantunan masyarakat beradab.
Kini, ketika momentum HAN itu tiba, tak jugakah kita tergerak untuk menjadikan anak-anak jalanan sebagai generasi masa depan yang punya hak untuk hidup secara layak di bumi yang konon “gemah ripah loh jinawi” ini? Sudah tak ada ruangkah bagi mereka untuk bersemayam di dalam rongga hati kita hingga akhirnya mereka benar-benar harus kehilangan masa depan? ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (24 July 2009 @ 00:08) pada kategori Opini, Politik, Refleksi dan telah dikunjungi oleh 4,859 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Dec 25, 2011 @ 03:26:42
sy punya pondok pesantren. dan sy pernah disarankan oleh teman saya tuk menampung anak2 jalanan. sy pikir bs juga dg alasan tuk menyelamatkan anak-anak bangsa ini.
Dec 30, 2011 @ 00:27:10
wah, sebuah ide kreatif dan cemerlang, mas. semoga saran itu bisa terwujud.
Nov 23, 2011 @ 09:31:00
yah, seharusnya pemerintah kita itu harus memphatikan kaum2 marjinal yang ada d indonesia bukan hanya memperkaya diri…
sementara kaun2 pingiran seperti itu di abaikan…
Oct 08, 2011 @ 10:49:00
insyaAlloh ada…

di surabaya sudah bermunculan komunitas yang peduli terhadap anak-anak jalanan. kebetulan saya dengan teman2 dari ORCIKS (organisasi cinta kasih surabaya) dan dari komunitas yang lain sudah bergerak, so kalo nunggu pemerintah ja, kapan tereaksinya? yuk cepet bergerak….
kalo ada yg mau jadi donatur tetap ato lepas bisa hub. kak intan di no 031 70028190
salam semangat dari ORCIKS…
because life is charity
Aug 23, 2011 @ 14:00:52
ada,,
kalau ada orang yang dermawan untuk dapat bisa
menolong anak” jalanan itu…
Aug 09, 2009 @ 20:36:21
yah,, memang begitulah di indonesia saat ini..!
.-= Baca juga tulisan terbaru esha di birulangit berjudul Opera sabun Real Madrid….. =-.
Jul 27, 2009 @ 00:13:13
utk kota sekecil kendal belum begitu tampak menonjol, mas esha. meski demikian, semoga saja kita tdk kehilangan empati terhadap nasib anak2 yang kurang beruntung seperti anjal itu.
Jul 26, 2009 @ 17:48:25
Anak jalanan adalah salah satu realita dari kehidupan bermasyarakat di negeri kita tercinta. Banyak yang mencoba mencari solusi, dari yang hanya berpikir dan berkonsep, berseminar dan berdiskusi sampai mendirikan rumah singgah dan pembinaan. Namun, kian hari jumlahnya bukan semakin berkurang namun malah bertambah. Entahlah, dimana letak kekeliruan kita bersama, yang pasti… mereka adalah yang akan menjadi penerus sejarah negeri ini.
Notes : *Masih sebatas hanya ngasih recehan* itupun kalo ingat
Jul 27, 2009 @ 00:10:24
betul, mas sakurata. persoalan anjal memang rumit dan kompleks, sehingga bukan hal yang mudah utk menuntaskannya. meski demikian, kita tak akan pernah kehilangan simpati pada anak2 yang kebetulan bernasib kurang beruntung spt anjal itu.
Jul 26, 2009 @ 14:17:13
.-= Baca juga tulisan terbaru doelsoehono berjudul JUJUR…… =-.
Jul 27, 2009 @ 00:09:00
FB? doh, hehehe … kalau bisa FB jangan mengalahkan blog, mas doel. blog ini, kalau menurut saya, menjadi aktivitas maya yang sesungguhnya. FB jadi pelengkap!
Jul 26, 2009 @ 14:15:55
.-= Baca juga tulisan terbaru doelsoehono berjudul JUJUR…… =-.
Jul 27, 2009 @ 00:08:05
iya, mas doel, dalam kondisi seperti itu seharusnya negara yang memberikan perlindungan dan memeliharanya. kan sdh jadi amanat UU.
Jul 26, 2009 @ 12:05:08
saya berdoa aja yang terbaik bagi semua,,,
amin…
Jul 27, 2009 @ 00:06:27
amiiin.
Jul 26, 2009 @ 11:43:08
Padahal wajah polos tanpa dosa itu sangat menyejukkan memandangnya, seperti kertas putih belum ternoda. Penuh dengan kemungkinan, harapan dan mungkin berbuah kekecewaaan. Anak-anak begitu aku merindukan kesucian hatimu dalam jiwaku yang telah kering merontang…
.-= Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul JANGAN MELUPAKAN SEJARAH =-.
Jul 27, 2009 @ 00:06:08
sungguh, kata2 mas tengku demikian menyentuh dan bijak. makasih, mas tengku.
Jul 26, 2009 @ 11:05:46
anak jalanan mereka anak anak pekerja keras,tapi sering di anggap sebagai pemalas.
Jul 26, 2009 @ 23:31:43
bisa jado benar, mas maxall.
Jul 26, 2009 @ 10:54:27
Anak yang tidak terurus/menjadi korban, bukan hanya anak orang miskin yang berkeliaran dijalanan, tapi juga anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tua, sehingga akibat pergaulan yang tidak baik dengan tanpa pengawasan orang tua akan menjadikan dia sangat buruk!
selamat hari anak nasional. semoga anak-anak bangsa ini akan menjadi penerus bangsa yang lebih maju di masa mendatang!
Stop
Dreaming Start Action
.-= Baca juga tulisan terbaru Pasang Iklan Gratis berjudul PROMO KREDIT TERMURAH DAIHATSU XENIA VVT-i 2009 100% BARU =-.
Jul 26, 2009 @ 23:31:20
sepakat banget dengan pak kusuma. agaknya faktir keluarga dan lingkungan akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak2, termasuk anjal.
Jul 26, 2009 @ 10:29:10
109.That is special song for Mr Sawali and Street Boys
Let It Be ……..(The Beatles)
When I find myself in times of trouble, mother Mary comes to me,
speaking words of wisdom, let it be.
And in my hour of darkness she is standing right in front of me,
speaking words of wisdom, let it be.
Let it be, let it be, let it be, let it be.
Whisper words of wisdom, let it be.
And when the broken hearted people living in the world agree,
there will be an answer, let it be.
For though they may be parted there is still a chance that they will see,
there will be an answer. let it be.
Let it be, let it be, …..
And when the night is cloudy, there is still a light, that shines on me,
shine until tomorrow, let it be.
I wake up to the sound of music, mother Mary comes to me,
speaking words of wisdom, let it be.
Let it be, let it be, …..
Are you like….?
Jul 26, 2009 @ 23:27:26
nice’s song! thanks!
Jul 26, 2009 @ 03:22:49
Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
http://kombes.Com
Jul 26, 2009 @ 23:26:16
terima kasih infonya. saya sudah submit!
Jul 26, 2009 @ 02:49:40
Selamat malam menjelang imsak Pak…
Sebenarnya bukan belas kasihan apalagi caci maki yang diharapkan anak-anak jalanan dan orang-orang miskin terpinggirkan pada umumnya. Namun pengakuan diri sebagai bagian dari kehidupan manusia dan perlakuan secara wajar yang akan membuat mereka merasa hidup tanpa merasa tersisihkan, dengan demikian rasa percaya diri meningkat. Dari sini barulah langkah selanjutnya bagaimana mengurangi resiko-resiko kriminal yg mungkin terjadi di jalanan dengan memberi perlindungan seperti penampungan (rumah bersama seperti yg pernah ditayangkan di TV). Mungkin memang masalahnya tidak sesederhana itu, harus dikaji dari beberapa sisi.
Salam sejahtera selalu.
Jul 26, 2009 @ 23:25:42
salam sejahtera juga, masnur. ya, saya sepakat banget dg pernyataan mas nur. terima kasih tambahan infonya.
Jul 26, 2009 @ 00:57:51
untuk masalah anak jalanan sebenarnya maslahnya di lingkungan mereka sendiri seperti keluarga yang mewajibkan anak2nya untu mendapatkan uang dengan cara apapun..
kebingungan ini harusnya semakin cepat di selesaikan secara bersama2 pemerintah dan depsos atau lsm jangan cuma komentar dapet uang terus minggat.
agak berat mmg om tapi pasti bisa kalau ada kemauan
.-= Baca juga tulisan terbaru b. ariyanto berjudul MEMBERI UNTUK KEHIDUPAN =-.
Jul 26, 2009 @ 01:47:31
@b. ariyanto,
alhamdulillah, baik, mas ari. semoga juga demikian keadaan mas ari. saya kira benar, mas. peran keluarga dan lingkungan akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Jul 25, 2009 @ 20:41:39
pak bukankah di UUD 45 ada yang berbunyi : “Fakir miskin dan Anak – anak terlantar dipelihara oleh Negara” dan bukankah seharusnya itu masih berlaku kan?
.-= Baca juga tulisan terbaru ciput mardianto berjudul Waktu =-.
Jul 26, 2009 @ 01:45:59
@ciput mardianto,
wah, yang pasti masih berlaku, mas ciput. ndak tahu juga kenapa ya UU semacam itu hanya menjadi dokumen tertulis saja, tanpa ada kemauan pilitik yang jelas dalam implementasinya.
Jul 25, 2009 @ 18:32:28
Kegagalan tumbuh kembang anak, baik dari aspek psikologis, fisik, sosial dan lain-lain adalah cerminan kegegalan orang dewasa di sekitarnya. Jadi marilah refleksikan diri sendiri..Jawab pertanyaan ini, sudah sejauh mana kita orang dewasa peduli dengan anak-anak jalanan. Memberi mereka uang di di jalanan bukan solusi yang pas, untuk sesaat mungkin itu berguna, tapi mari bergandengan tangan menuntut perubahan situasi ini kepada nenagar ini. Bukankah anak-anak adalah mayoritas penduduk indonesia. Mengapa negara tidak mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada mereka ? Oleh karena itu butuh orang dewasa untuk memperjuangkan ini…
.-= Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul …selamat jalan sobat, semoga tuhan selalu bersamamu… =-.
Jul 26, 2009 @ 01:44:47
@imoe,
ah, terima kasih banget tambahan pencerahannya, mas imoe., saya sepakat banget. perlu dukungan negara secara konkret, apalagi UUD kita jelas2 mengamanatkan hal itu.
Jul 25, 2009 @ 18:18:54
Setiap malam minggu, saya memberi ruang hati saya untuk anak anak di penampungan
dunia mereka memang indah, meski kadang luka tapi buat mereka itu indah.
.-= Baca juga tulisan terbaru Rindu berjudul Dalam Keheningan Malam, Saya Mengetik =-.
Jul 26, 2009 @ 01:43:14
@Rindu,
wah, salut banget dg aktivitas mbak rindu, nih. semoga kelak mereka menjadi generasi masa depan yang cerdas dan punya kepekaan.
Jan 04, 2010 @ 18:32:26
@Sawali Tuhusetya,
teruskan mba.
jika suatu saat nanti mba butuh bantuan
Insya Allah saya bersedia membantu
Jan 09, 2010 @ 21:25:23
hmmm … kok mbak sih, mas edward, hehe …
Jul 25, 2009 @ 17:16:59
saya masih optimis, negeri ini masih menyisakan ruang luas untuk mereka Pak. kalaupun pemerintah, bahkan kita yang mungkin karena egoisme kedewasaan membuat kita lupa, ada ibu pertiwi yang akan merengkuh mereka penuh kasih. saya masih percaya itu….
.-= Baca juga tulisan terbaru onabunga berjudul Never Ending Learning =-.
Jul 26, 2009 @ 01:42:16
@onabunga,
hmmm …. mudah2an demikian, mbak lintang.
Jul 25, 2009 @ 12:54:22
Ada dihati pak, meskipun dikit
Jul 25, 2009 @ 16:50:43
@Pencerah, alhamdulilah itu juga dah bagus koq wkwkwkwkwk ya nda kang
Jul 26, 2009 @ 01:41:50
@Pencerah,
wah, itu dah bagus, seperti yang dikatakan mas awie itu, mas pencerah.
Jul 25, 2009 @ 12:52:14
mas info di blog ini bagus bagus gak ada yang jelek,makasih ya mas atas infonya
blog aku http://www.beritanyata.blogspot.com
.-= Baca juga tulisan terbaru zuse berjudul TIPS MELIPAT GANDAKAN BALANCE PAYPAL DAN LIBERTY RESERVE =-.
Jul 26, 2009 @ 01:41:09
@zuse,
widih, jadi tersandung, eh, tersanjung nih, mbak. tulisan biasa saja, kok. makasih apresiasinya.
Jul 25, 2009 @ 12:18:13
postingan yang menyenangkan.. saya jadi nambah ilmu.. dan memperkaya postingan saya di Hari Anak
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti berjudul Hari Anak.. =-.
Jul 26, 2009 @ 01:40:29
@yanti,
walah, mbyak yani bisa saja, nih. hanya postingan biasa kok. makasih aprsiasinya.
Jul 25, 2009 @ 11:43:59
.-= Baca juga tulisan terbaru jidat berjudul AKU DAN KOTAREYOG =-.
Jul 26, 2009 @ 01:39:59
@jidat,
begitulah, mas jidat. semoga makin banyak yang peduli pada nasib mereka.
Jul 26, 2009 @ 14:15:54
@Sawali Tuhusetya, iya pak.. mereka harus selalu diperhatikan..
Jul 27, 2009 @ 00:07:18
setuju!
Jul 25, 2009 @ 11:37:29
Anak jalanan adalah produk zaman. Tak hanya di negara berkembang, di negara maju pun juga ada, meski mungkin tak separah di negara-negara berkembang. Kalau Pak Sawali jadi Bupat Kendal kira-kira apa kebijakan yang diterapkan untuk mengatasi problem anak jalanan? Ditangkapi semua oleh Satpol PP, dimasukkan panti rehabilitasi? Atau gimana? Wah, saya sendiri bingung.
.-= Baca juga tulisan terbaru racheedus berjudul Mengenal Profil JW Marriott, Si Raja Hotel =-.
Jul 26, 2009 @ 01:39:18
@racheedus,
doh, mas rache. saua siap jadi bupati kendal kalau gubernur jatengnya, mas rache, hehe ….
Jul 25, 2009 @ 11:26:35
Kek nya perna dnger artikel serupa ya pak… Memang untuk yang satu ini,rada2 sulit diberi komentar se
.-= Baca juga tulisan terbaru NoRLaNd berjudul For the whole of my Teachers =-.
Jul 26, 2009 @ 01:38:31
@NoRLaNd,
di mana, mas? perasaan saya baru posting kali ini, kok, hehe …
Jul 25, 2009 @ 08:56:13
ruangan masih sangat luas, tinggal para pengambil kebijakan ada kemauan dan mati-matian memperjuangkan serta mewujudkannnya.
.-= Baca juga tulisan terbaru tarqy berjudul Menampilkan Rata-Rata Komentar per Posting =-.
Jul 26, 2009 @ 01:37:49
@tarqy,
betul banget, mas tarqy, semoga saja para elite negeri ini masih memiliki kepekaan utk memberikan ruang yang tepat bagi anjal.
Jul 25, 2009 @ 03:53:07
kasian banget yach, masih kecil dah harus ngalamin seperti itu
Jul 26, 2009 @ 01:07:10
@Bisnis Online,
itulah yang terjadi, mas bambosi. jadi bener2 repoot!
Jul 25, 2009 @ 03:36:27
Saya merupakan salah satunya pak, jadi anyak jalanan nyang hari ini blogku orak-arikan ora nggenah. Tolongin pak biar bisa ada ruang di hatiku kembali
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Blogku =-.
Jul 26, 2009 @ 01:05:19
@Wandi thok,
walah, pak wandi bisa saja nih. memang repot, pak menghadapi blog yang sedang bermasalah dg theme. kalau saya mesti ganti dg theme lain ketimbang melihat ancur begitu, hehe …
Jul 25, 2009 @ 01:43:44
semog setelah mendpatkan pemimpin aru negeri ini, nasi jalanan bisa lebih diperhatikan, jadi harus ada faktanya, bukan isu bukan rumor
Jul 26, 2009 @ 01:04:07
@arifudin,
amiiin. semoga demikian, mas arif.
Jul 25, 2009 @ 01:02:05
Kalo sudah kelamaan di jalan, malah merasa jalanan itulah rumah mereka ya Pak. Balik ke rumah, ya balik ke jalanan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Iwan Awaludin berjudul Joki =-.
Jul 26, 2009 @ 01:03:47
@Iwan Awaludin,
walah, jangan2 mereka sudah terperangkap dalam budaya “anjal”, pak?
Jul 24, 2009 @ 23:38:48
Waaaaah.. beneeeer kapan mereka dipikirkan disekolahkan dan bukan dikorbankan oleh manusia tak bertanggung jawab
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Iman dan Cinta =-.
Jul 26, 2009 @ 01:03:09
@KangBoed,
salam sayang juga, kangboed. semoga saja makin banyak orang kaya yang tergerak hatinya utk menyantuni dan memelihara mereka.
Jul 24, 2009 @ 23:11:08
Tiap tahun diperingati, namun tak kunjung berkahir nasib anak2 jalanan…
Jul 26, 2009 @ 01:02:24
@wongbagoes,
seperti itulah yang terjadi di negeri ini, wongbagoes. makin rumit!
Jul 24, 2009 @ 22:28:21
Sudah sekian lama UUD 1945 menyatakan “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” namun sering kita dengar harus dipelajari dulu akar masalahnya. Sampai kapan mempelajari akar masalah itu, ini sudah tahun 2009, lhah kok makin banyak saja anak terlantar di Jalanan.
Jul 26, 2009 @ 01:01:49
@adipati kademangan,
mestinya sudut2 kota yang kumuh dan pengap tak lagi menjadi tempat hunian anak2 masa depan ini, mas adipati. perlu ada kemauan politik secara serius utk melakukannya, tak sekadar lips service.
Jul 24, 2009 @ 21:14:12
Seharusnya anggaran pendidikan atau subsidi BBM dialihkan untuk mereka ini. Karena mereka adalah masa depan bangsa
.-= Baca juga tulisan terbaru Mutiara berjudul Cara Menghindari Sembelit =-.
Jul 26, 2009 @ 01:00:36
@Mutiara,
idealnya begitu, mas mutiara. sayangnya, komitmen negara utk menjalankan amanat UU masih dipertanyakan.
Jul 24, 2009 @ 20:32:30
Saya teringat filmnya Garin dan Christine Hakim, Daun di atas Bantal.
mungkin kalau peduli, ya… rasanya mayoritas kita peduli, namun saya juga tidak tau persis, bagaimana cara yg paling efektif untuk mengurai benang kusut ini. Muaranya toh secara umum semua sama, kesejahteraan. Mengatasi hal ini tentu perlu proses, langkah-langkah gradual dan sistemik.
Namun secara praktis dan jangka pendek, saya sangat berharap, agar aparat menggulung habis-habisan sindikat yang mengeksploitasi anak untuk ada dijalan.

.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Kalung Peluru yang Gagal Total =-.
Jul 26, 2009 @ 00:59:35
@pakacil,
sepakat, pakacil, sindikat yang jelas2 telah mengekspoitasi hak2 anak perlu dijadikan sbg musuh bersama. bagaimana nasib masa depan negeri ini kalau anak2 diperjualbelikan semacam itu. doh!
Jul 24, 2009 @ 20:27:34
Akar masalahnya, bilakah “permen” kotaan care ?!
.-= Baca juga tulisan terbaru Haniifa berjudul BlackBarry bicara ledakan BOM di JW Marriott =-.
Jul 26, 2009 @ 00:43:20
doh, preman kota? jelas makin rumit kalau anjal ketemu sama preman, mas hanif.
Jul 24, 2009 @ 17:29:24
Lepas dari berbagai kekurangan, Sanggar Alang-alang Surabaya layak jadi salah satu rujukan tentang bagaimana mereka memanusiakan anak jalanan….(ternyata masih ada yang peduli)
Jul 26, 2009 @ 00:41:25
wah, salut dan sangat layak untk dijadikan rujukan itu, mas teguh.
Jul 24, 2009 @ 17:15:47
semnagaat indonesiaa mantaaap!!
.-= Baca juga tulisan terbaru FAUJI berjudul Ikan Kecil dan Air =-.
Jul 26, 2009 @ 00:40:50
semangat juga, mas! bravo!
Jul 24, 2009 @ 16:12:07
si budi kecil, diam menggigil
anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
di paksa pecahkan karang lewat jarimu terkepal
by” iwan fals….
.-= Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul Akulturasi itu Mulus =-.
Jul 26, 2009 @ 00:40:28
wah, ternyata mas faroby masih sangat hafal dg lirik iwan fals itu.
Jul 24, 2009 @ 16:02:58
Sy yakin masih ad yg peduli Pak. Bukankah Allah menciptakan sgala sesuatu secara berpasangan ? Ad yg buang anak, eh ad yg mungut anak. Anak yg jual anak (sungguh terlalu….hiks..) eh ada jg yg beli anak. Maka ad yg menelantarkan anak d jlnan…so…ad jg dong yg peduli dgn anak jalanan itu. Termasuk peduli pendidikan mereka.
Sdh lama neh sy gak mampir k sini. Makin salut aj am tulisan2 anda.
Jul 26, 2009 @ 00:39:50
bisa jadi benar, mbak. sayangnya jumlah pendudukn miskin negeri ini masih lumayan besar shg tak bisa dijadikan sbg penyeimbang kehidupan.
Jul 24, 2009 @ 13:37:08
anak jalanan korban kemunafikan
kata syair lagu.
kalo kita masuk ke dalam kehidupan anak jalanan, om. wuihh.. betapa akan terpananya kita melihat kahanan mereka yang jauh dari keberadaban dunia.
secara umum, di luar kesalahan pemerintah, diriku tetap menyalahkan orang yang melahirkan mereka. mau enaknya saja tanpa mau nggendong resikonya punya anak. pokoke ruwet, deh…
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Malam 1000 Komeng =-.
Jul 26, 2009 @ 00:30:49
walah,.bisa jadi benar, mas noe. namun, andai saja punya pilihan pasti tak ada orang tua yang menginginkan hidup miskin, mas noe. repot juga. persoalannya jadi makin rumit dan kompleks.
Jul 24, 2009 @ 12:46:55
kasian nasib anak-anak jalanan. sepertinya negara tidak menaruh peduli pada mereka. aparatpun sepertinya terlalu semena-mena
.-= Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Nanette Lepore =-.
Jul 26, 2009 @ 00:29:20
itulah yang menyedihkan, mbak cutie. padahal UU mengamanatkan agar negara memelihara anak2 miskin dan telantar.
Jul 24, 2009 @ 12:00:15
Anak jalanan? serba salah, cuma pendidikan yg kwalitas yang bisa jd solusi, tp juga ingat ini tdk instan. Baru 5-10 tahun kedepan baru terlihat perkembangannya.
.-= Baca juga tulisan terbaru lina-happy family berjudul Family-Safe Internet (3) =-.
Jul 26, 2009 @ 00:28:31
sepakat, mbak. pendidikan memang merupakan cara yang tepat utk mengentaskan mereka. sayangnya, akses mereka terhadap dunia pendidikan pun sangat rendah akibat kemiskinan yang mencengkeramnya.
Jul 24, 2009 @ 10:41:01
Kalau Anjal (baca : Anak Jalanan) mau terurus dengan baik (baca: bisa sekolah dan kuliah) dukung Pak wali untuk menjadi Menteri Sosial atau Menteri Permberdayaan Anak.
.-= Baca juga tulisan terbaru Deni Kurniawan As’ari berjudul Mengisi Liburan Dengan Audiensi =-.
Jul 26, 2009 @ 00:27:19
walah, siap banget, pak, asalkan presidennya pak deni, hehe ….
Jul 24, 2009 @ 09:35:08
baru saja kemarin saya lihat berita di tv, seorang ayah tiri melindaskan kaki anak tirinya ke kereta api yang lewat, sehingga sang anak kehilangan kakinya… biadab memang! tapi itulah potret kehidupan anak di negara kita, termasuk di antaranya kehidupan anak jalanan.
paradigma yang salah selama ini adalah kita memandang anak sebagai miniatur orang dewasa, sehingga anak sering dipaksa untuk menjalani hidup bagaikan orang dewasa. mencari nafkah di pinggir jalan, itu sesungguhnya adalah otoritas orang dewasa. bila para dewasa memahami hak-hak anak, tentunya mereka tidak membiarkan, apatahlagi menyuruh anak-anak itu berkeliaran di sana.
tapi, apalah daya, kita hanya bisa mengumpat, tanpa bisa melakukan sesuatu untuk itu…
Jul 26, 2009 @ 00:15:02
itulah potret menyedihkan yang mesti dihadapi anak2 di negeri ini, bang vizon. rak sedikit ortu yang beriskap keras dan kasar terhadap anaknya sendiri. doh, makin repot aja nih!
Jul 24, 2009 @ 08:49:02
mudah2an Pemerintah sekarang sudah ada pemikiran untuk kemajuan mereka mas…
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Kubuntu on CQ20 =-.
Jul 26, 2009 @ 00:08:57
amiiin, kitam memang berharap seperti itu, mas felani.
Jul 24, 2009 @ 07:36:56
Penanganan masalah anak jalanan tidak semudah membalik martabak.
Anak jalanan merupakan ekses dari kemiskinan dan lebar n dalamnya jurang kesenjangan sosial. Butuh waktu lama, tdk bisa hanya dg menggaruk mereka, tetapi pemerintah dan masyarakat bersama UU, bahu membahu meningkatkan produktifitas, yg akhirnya akan meningkatkan tingkat ekonomi, lap kerja, pendidikan dll, jgn ada lg teror2 bom…gonjang ganjing selingkuh politik, ekonomi. Ahh…aku hanya me-ngulang2 ulasan di koran aja nih…
Mulai dari diri kita dan keluarga kita aja lah mas…hehe
Jul 26, 2009 @ 00:08:25
sepakat banget, mas srex. penagananannya juga tak bisa parsial, tapi mesti lebih komprehensif dengan melibatkan banyak komponen.
Jul 24, 2009 @ 06:44:46
Selain karena faktor ekonomi anak jalanan kadang ada karena masalah dalam keluarga.
.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Award dari Fan Fan =-.
Jul 26, 2009 @ 00:06:55
bisa juga, mas love. namun sebagian besar sepertinya dari faktor kemiskinan, mas.
Jul 24, 2009 @ 06:26:57
lain di kota lain di desa.. lahan bermain anak masih luas anak masih bebas bermain berkeliaran ala anak desa bermain petak umpet, kejar2an, layang2, berenang di sungai dan aneka mainan tradisional lainnya.
tapi meskipun demikian, kemiskinan memaksa mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan yang tinggi.
.-= Baca juga tulisan terbaru muntaha berjudul Kisah Sedih Desa Morosari Demak: Rumah Terendam, Kuburan Hanyut =-.
Jul 26, 2009 @ 00:06:03
memang benar sekali, mas muntaha. meski demikian, jika tak ada upaya serius utk menangani anjal ini bisa jadi akan berdampak juga ke daerah pedesaan, mas.
Jul 24, 2009 @ 05:58:15
Penjabaran yang baik, Pak Sawali..
Ironis memang, seharusnya dilindungi malah diarak dan dipertontonkan ke khalayak.
Waktu di Jogja dulu saya pernah punya teman yang anak jalanan begitu dan tau betul bahwa ia dan teman2nya justru memusuhi petugas, orang yang harusnya malah mengayomi mereka.
Sebagus-bagusnya apapun presiden kita nanti, kalau tak bisa mengatasi masalah yang sepele seperti ini ya kojur saja!
Iya tho?
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Ujian SIM =-.
Jul 25, 2009 @ 16:49:20
@DV, sayia setujuk dengan sapean mas di tempatku malah anak jalanan di anggap sampah masyarakat padahal mereka kan juga ga mau gitu yah kang
Jul 26, 2009 @ 00:58:12
@awie,
betul, mas awie, saya juga setuju!
Jul 25, 2009 @ 23:57:08
hmmm … mudah2an saja para elite negeri ini, siapa pun mereka, tetep memiliki komitmen utk melindungi anjal sebagamana amanat undang2, mas don.
Jul 24, 2009 @ 05:17:52
Anak-anak memang paling menjadi korban, karena ketidak berdayaannya. Baik dari kekerasan dalam rumah tangga, maupun ketidak berdayaan orangtua yang menyebabkan mereka berkeliaran di luar.
Jul 25, 2009 @ 23:55:35
benar sekali, bu eny. kepolosan dan keluguan mereka yang agaknya membuat posisi tawar mereka jadi demikian rendah.
Jul 24, 2009 @ 02:20:21
ketika hak anak dirampas paksa maka siapa yang akan membela?
Selamatkan Anak Indonesia Sekarang…!
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul KPK vs POLRI : Perang Eksistensi Diri =-.
Jul 25, 2009 @ 23:54:49
idealnya negara yang mesti melindungi mereka, mas santri karena itu sdh menjadi amanat undang2.
Jul 24, 2009 @ 02:08:46
nakh itu dia kang…..sampai sekarang mereka ibaratkan burung kecil tak bersarang
.-= Baca juga tulisan terbaru nyegik berjudul Whaaaattttt…….TERNYATA PAYPAL JUGA ADA PREMANNYA!!! =-.
Jul 25, 2009 @ 23:54:01
burung kecil tak bersarang? doh, semoga saja banyak orang kaya yang mau melirik mereka.
Jul 24, 2009 @ 01:34:48
kadang malah sudah banyak yang akarnya dari jalanan pak, sedih sekali ketika menyadari bahwa orang hidup tidak punya konsep “pulang ke rumah” atau “home” bahasa londonya, karena memang sudah lahir dan dibesarkan di jalan, tanpa rumah dan sebagainya… dan tidak tahu pak sekarang jumlahnya… mestinya juga akan menimpa anak-anak korban bencana dan atau bencana alam yang tinggal di pengungsian tanpa rumah yang “home”, atau korban-korban penggusuran yang walahiyung yang penggusurannya dibiayai oleh negara itu…
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul USBUNTU Live Creator, Software pembuat Linux Live CD di USB Drive =-.
Jul 24, 2009 @ 15:31:21
saya pernah ikut dalam LSM yang menangani masalah ANJAl, dan walaupun sudah diberi pengarahan, ketrampilan, bahkan sumbangan, namun tidak semua usaha ini membuahkan hasil, setelah satu bulan mereka kembali kejalanan.
@suryaden,
Jul 26, 2009 @ 00:31:38
duh, kok bisa begitu, ya, mas? mudah2an saja bukan lantaran mereka sudah menjadi penganut budaya anak jalanan.
Jul 25, 2009 @ 23:53:00
itulah yang menyedihkan, mas surya. dari tahun ke tahun jumlah anak jalanan bukannya berkurang, melainkan makin terus bertambah, terlepas apa pun latar belakangnya.