Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian

Innalillahi wa’innaillaihi raji’un

Dunia sastra Indonesia berduka. WS Rendra, seorang budayawan, sastrawan, penyair, dan teaterawan, telah meninggal dunia pada hari Kamis (6 Agustus 2009), sekitar pukul 22.15 WIB di Depok, Jawa Barat.

Tokoh teater modern Indonesia itu meninggal dunia pada usia 74 tahun. Rendra meninggal karena penyakit yang dideritanya. Diduga Rendra meninggal akibat penyakit jantung koroner. Pendiri Bengkel Teater Rendra itu meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, amarhum sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Semoga arwah almarhum dilapangkan jalan menuju ke haribaan-Nya, diampuni segala dosa dan kesalahannya, dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Untuk mengenang almarhum, berikut ini ada beberapa video pembacaan puisi dan wawancara sang penyair yang telah memiliki jasa besar dalam dunia sastra dan budaya Indonesia itu.





Selamat Jalan Rendra!

Tulisan lain yang berkaitan:

Kelembutan Gaya Tutur dalam Sajak-sajak Dharmadi (Wednesday, 18 May 2011, 1,295 pembaca, 46 respon) “Saya sedang mencari Tuhan,” begitulah tegas penyair Dharmadi di aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Kabupaten Kendal,...
Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring Sosial (Monday, 16 August 2010, 1,691 pembaca, 49 respon) Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman sebuah antologi puisi “Ruang Jingga” dari Pak Riyadi, seorang sahabat dan rekan sejawat dari...
Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010 dan Balsem Gosok (Saturday, 19 June 2010, 2,118 pembaca, 114 respon) Sabtu, 19 Juni 2010, Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) menggelar sebuah perhelatan bertajuk “Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010” di Pusat Kesenian...
Sastra Kita Miskin Pemberontakan? (Sunday, 27 July 2008, 1,253 pembaca, 35 respon) Sekitar tahun 1983, Budi Darma pernah menyatakan, jika Anda belum dikenal sebagai sastrawan, cobalah memberontak. Katakan sastra hasil karya para...
Menimbang Bobot Literer “Puisi Blog” (Thursday, 31 January 2008, 1,575 pembaca, 34 respon) Sekitar tahun 1989, saya pernah terlibat sedikit polemik dengan Kusprihyanto Namma (KN) tentang esensi “Sajak Koran” di harian Suara...
tentang blog iniTulisan berjudul "Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (6 August 2009 @ 23:59) pada kategori Budaya, Sastra dan telah dikunjungi oleh 1,959 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: