08Oct 2009 150 Comments2,217 pembaca
Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Media Pembebasan?
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (BI) sudah berusia 81 tahun. Jika dianalogikan dengan usia manusia, BI seharusnya sudah memasuki masa-masa kematangan dan kearifan hidup. Kenyang pengalaman dan sudah banyak merasakan pahit getirnya dinamika hidup. Namun, secara jujur mesti diakui, semakin bertambah usia, BI justru seperti anak-anak yang kehilangan orang tuanya. BI sering dibangga-banggakan sebagai bagian jati diri bangsa, tetapi sekaligus juga sering dinistakan dalam berbagai ranah komunikasi.
Yang lebih menyedihkan, bahasa dinilai sudah menjadi bagian dari sebuah entitas kekuasaan yang dengan sengaja dimanfaatkan untuk melakukan politik pencitraan, propaganda, atau tipu muslihat demi melanggengkan kekuasaan. Penggunaan ragam bahasa eufemisme, misalnya, jelas-jelas merupakan sebuah bentuk penghalusan terselubung untuk menutupi tindakan-tindakan kasar, vulgar, dan menindas. Rakyat kecil yang tertindas dan dikorbankan tak jarang dihibur dengan bahasa yang manis dan eufemistik, hingga akhirnya rakyat merasa tidak lagi tertindas, ternistakan, dan dikorbankan. Dalam konteks demikian, bahasa tak hanya sebatas digunakan sebagai media komunikasi dalam ranah sosial, tetapi juga telah dimanfaatkan sebagai alat propaganda dan media politik pencitraan untuk menggapai ambisi dan kepentingan tertentu sesuai dengan selera penggunanya. Kekuatan bahasa eufemistik memungkinkan fakta yang busuk dan sarat bopeng tampak menjadi lebih segar, santun, dan manis.
Bisa jadi, berlarut-larutnya masalah yang tak kunjung terselesaikan hingga memfosil menjadi akumulasi masalah yang multikompleks dan multidimensi di negeri ini merupakan dampak sebuah kebijakan kekuasaan yang abai terhadap perbaikan nasib rakyat. Melalui penggunaaan bahasa manipulatif, rakyat sekadar dihibur lewat jargon dan slogan-slogan eufemistik, hingga akhirnya masyarakat jadi kehilangan kontrol terhadap laju kekuasan yang amburadul dan “semau gue”. Dari sisi ini, agaknya pemakai bahasa kekuasaan telah kehilangan moralitasnya. Bahasa bukan lagi menjadi media untuk menyampaikan masalah secara jelas dan nyata, melainkan justru sengaja dikaburkan dan disamarkan hingga menimbulkan banyak tafsir. Semakin banyak tafsir, para elite penguasa semakin mudah mencari celah dalam melakukan pembelaan dan pembenaran terhadap kebijakan kekuasaan yang diluncurkannya.
Kebijakan Visioner
Bahasa memang bersifat arbitrer (manasuka) dan memiliki kekuataan personal yang tak mudah diganggu gugat oleh pihak lain. Namun, sesuai dengan hakikatnya sebagai media komunikasi publik, penggunaan bahasa tutur akan membawa dampak sosial yang begitu luas dan kompleks. Itulah sebabnya, kita sangat mengapresiasi kebijakan visioner para pendahulu negeri yang telah menetapkan bahasa Melayu (Indonesia) sebagai bahasa nasional. Pengakuan dan penetapan bahasa nasional ini jelas memiliki kekuatan yang mampu mengikat para penuturnya secara emosional, sehingga bahasa nasional bisa dimanfaatkan secara optimal di ranah publik berdasarkan kaidah-kaidah yang telah disepakati.
Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Indonesia juga telah ditetapkan sebagai bahasa negara (resmi), bahkan telah ditinggikan derajatnya melalui momentum “Bulan Bahasa” yang jatuh setiap bulan Oktober. Melalui kebijakan politik bahasa semacam ini, setidaknya segenap memori anak bangsa tergugah dan teringatkan bahwa ternyata kita memiliki warisan kultural yang telah menyejarah dan benar-benar telah teruji keberadaannya sebagai media pengokoh kebhinekaan. Dengan kata lain, bahasa Indonesia telah menjadi pengikat nilai persaudaraan sesama anak bangsa secara emosional dan afektif. Namun, kebijakan visioner tak selamanya berjalan mulus. Bahasa Indonesia yang seharusnya mampu dioptimalkan sebagai media pembebasan, justru telah terperangkap dalam kubangan hegemoni yang dengan amat leluasa dimodifikasi sebagai alat kekuasaan oleh para elite-nya.
Penyadaran Kolektif
Bahasa Indonesia sesungguhnya bisa menjadi media pembebasan untuk mengantarkan negeri ini sebagai bangsa yang lebih terhormat dan bermartabat. Hal ini bisa terwujud apabila kaum elite yang berada dalam lingkaran kekuasaan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa rakyat ketika menyampaikan kebijakan-kebijakan penting dan krusial; bukan menggunakan bahasa kaum elite yang berbelit-belit dan cenderung menyesatkan publik.
Kita sungguh prihatin menyaksikan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus didera berbagai masalah besar. Tak hanya deraan konlfik internal dan eksternal, tetapi juga tikaman bencana yang terus berdatangan secara bergelombang. Dalam situasi krusial seperti ini, sungguh disayangkan, bahasa Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembebasan dalam ikut menyelesaikan masalah-masalah yang datang menghadang. Bahasa rakyat dan bahasa kaum elite tak pernah berada dalam satu titik temu, hingga persoalan-persoalam besar itu gagal tertuntaskan.
Kini, setelah bahasa Indonesia berusia lebih dari delapan dasawarsa, perlu ada gerakan penyadaran secara kolektif untuk memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai media komunikasi publik yang mencerahkan dan membebaskan. Bahasa tidak dimanfaatkan lagi untuk memburu kepentingan kekuasaan, tetapi lebih dioptimalkan untuk membangun kemaslahatan bersama-sama rakyat, hingga akhirnya persoalan multikompleks dan multidimensi yang mendera negeri ini secara bertahap dan berkelanjutan bisa tertangani.
Dirgahayu Bahasa Negeriku! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Media Pembebasan?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (8 October 2009 @ 20:55) pada kategori Bahasa, Politik, Refleksi, Wacana dan telah dikunjungi oleh 2,217 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jun 27, 2010 @ 11:55:21
Yang bisa saya tangkap dari artikel ini, mampu tidaknya bahasa kita untuk menjadi media pembebasan itu tergantung darii orang yang menggunakan bahasa itu sendiri. Jika baik, maka baiklah fungsi bahasa itu, jika buruk, maka kehancuranlah yang ditimbulkan…
slm kenal :)
Jun 30, 2010 @ 23:53:58
saya kira benar, pak. perkembangan bahasa akan sangat ditentukan oleh pemakainya.
Jun 16, 2010 @ 16:51:15
Semua tergantung penggunanya gan.
Oct 16, 2009 @ 17:55:07
Saat Bahasa Indonesia diproklamirkan sebagai bahasa nasional, saat itulah kita menunjukkan bahwa kita tak sudi dijajah oleh bahasa asing. Indonesia memiliki bahasa sendiri, tak perlu menggunakan bahasa dari bangsa penjajah sebagai bahasa nasional.
Oct 17, 2009 @ 00:37:00
betul sekali, mas rache, semoga kita makin cinta dan bangga berbahasa indonesia.
Oct 15, 2009 @ 06:04:15
Kita harus bangga memiliki bahasa pemersatu yang disebut Bahasa Indonesia. Di dunia banyak negara yang ta punya bahasa nasional. mereka nebeng bahasa Inggris.
Kita seharusnya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Salam hangat dari Surabaya
Oct 17, 2009 @ 00:19:30
betul, pakdhe. semoga bahasa kita makin berkembang seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakatnya.
Oct 14, 2009 @ 22:41:01
Bahasa Indonesia bahasa pemersatu, gak tau kalau gak ada bahasa Indonesia bakal gimana kalau kita mo ke Jawa, Sumatra , Papua atau daerah lain di Indonesia
Oct 15, 2009 @ 02:59:54
betul sekali, mas. peran bahasa indonesia sbg pemersatu bangsa memang sudah teruji oleh sejarah.
Oct 14, 2009 @ 20:44:19
Luar Biasa, baru tahu kalo BI sudah tua umurnya,… namun ternyata tidak seiring sejalan dengan dinamika bangsa yang notabene digembar gemborkan sebagai bangsa yang besar dan bermatabat
Oct 15, 2009 @ 02:55:38
benar sekali, mas, usia bi memang sudah tua, tapi langkahnya masih tertarih-tatih, hehe …
Oct 14, 2009 @ 11:46:25
Saya kok selalu kangen sama Pak Guru….
Meski hanya lewat blog, tapi saya sudah merasa senang…
.-= Baca juga tulisan terbaru Mengembalikan jati diri bangsa berjudul Beralih Ke Pertamax =-.
Oct 15, 2009 @ 02:50:42
wah, mas khai bisa saja nih, hehe … matur nuwun, mas.
Oct 14, 2009 @ 11:18:24
saya ingat, dalam masa-masa awal perkembangannya, bahasa indonesia (melayu) masih terbagi dalam kasta-kasta, yakni bahasa pasar dan sekolahan. sekarang bahasa indonesia tidak lagi mengenal hal itu, mungkin itu bisa dianggap sebagai salah satu media pembebasan. *sotoy deh*
soal bahasa yang digunakan untuk kepentingan eufimistik, agaknya itu berlaku untuk semua bahasa di dunia deh, pak. dan saya pikir semakin suatu bahasa dapat diperhalus untuk kepentingan politik, justru semakin berkualitas bahasa itu. yang jadi persoalan adalah: bagaimana agar pengguna bahasa itu bisa membebaskan diri dari sifat eksploitatif dan sifat-sifat tidak terpuji lainnya. hehe…
.-= Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Mari Memasak Sup Tom Yam! =-.
Oct 15, 2009 @ 02:50:16
betul sekali, mbak yulfi. gaya eufemistik ada bagusnya juga digunakan, kok, sebatas untuk memperhalus dan memperindah tuturan.
Oct 13, 2009 @ 17:40:52
Bagaimana dengan kalimat berikut pak guru
“Keluarga Pak Amin termasuk dalam keluarga dibawah garis kemiskinan”
Dibawah garis – apa maksudnya? Menyamarkan?
Bukankah yang sebenarnya adalah :
“Keluarga Pak Amin termasuk dalam keluarga miskin banged” :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Mengembalikan jati diri bangsa berjudul Tak Mampu Kembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Oct 15, 2009 @ 02:32:54
hmmm … itu bisa juga digolongkan sebagai gaya eufemsitik juga, mas khai, hehe …
Oct 13, 2009 @ 13:52:26
bagaimana dengan bahasa gaul dan bahasa ABG pak? hehehehe
kayaknya mereka perlu di kasih pelajaran bahasa indonesia yang baik dan benar
.-= Baca juga tulisan terbaru Ria berjudul Kijang, Rusa dan Tanduk vs Mobil =-.
Oct 15, 2009 @ 02:30:05
gpp, juga, kok, mba ria, sebatas tdk digunakan dalam situasi resmi.
Oct 12, 2009 @ 21:22:41
Assalamu’alaikum,
Tulisan yang menarik Pak di bulan bahasa ini. Sebagai guru saya sangat prihatin dengan anak-anak sekarang . Murid-murid saya hampir semua bahasanya seperti yang mereka lihat di infotainment.
Setahu saya dalam BI itu tidak ada nama bilangan “kosong”. Tapi kalau menyebut bilangan NOL, mereka seperti merasa salah. Teman saya, guru BI dan Matematika selalu menyebut KOSONG bukan NOL. Konon, waktu Kongres BI tahun lalu ada ahli bahasa yang menyebut KOSONG jadi bahan tertawaan.
Kalau boleh saya minta Bapak sebagai ahli BI menilai bahasa di blog saya secara objektif. Bagaimana ?
Terima kasih.
Salam
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul Insya Allah =-.
Oct 15, 2009 @ 02:20:23
walah, mas azis? saya bukan ahli bahasa, kok, mas. hanya tertarik dan ingin belajar menggunakannya scr baik dan benar.
Oct 16, 2009 @ 20:47:38
@Sawali Tuhusetya,
Pak, buku yang sudah Bapak tulis , kalau boleh tahu apa judulnya dan dari penerbit mana ? Sekarang suka menulis di mana saja Pak ? Koran langganan saya hanya tinggal Republika saja. Tapi Bapak tidak pernah menulis lagi di harian ini.
Saya ingin sekali membaca buku-buku yang Bapak tulis.
Terima kasih.
Salam.
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul AWARD – Menjalin Silaturahmi Antar Blogger =-.
Oct 17, 2009 @ 00:41:16
walah, saya baru menulis sebuah buku kumcer, mas azis. judulnya perempuan bergaun putih. sayangnya saya sudah ndak punya sisa di rumah, hehe … selebihnya, saya baru sebatas menulis buku ajar bahasa indonesis utk sd, smp, dan sma. sejak ngeblog, saya memang jarang lagi ngirim tulisan di media cetak. jadi kangen juga nulis di media cetak, hehe …
Oct 12, 2009 @ 17:11:27
Bahasa Indonesia, mempunyai wilayah penggunaan dari Sabang sampai Marauke. Sama dengan London sampai Moskwa. Luar biasa bahasaku…
Oct 15, 2009 @ 02:14:57
wah, bener juga, mas tengku. mantab!
Oct 12, 2009 @ 16:11:36
hanya bangsa yang bisa menghargai bahasanya maka bangsa itu akan menjadi besar
Oct 15, 2009 @ 02:13:17
setuju banget, mas. salut.
Oct 12, 2009 @ 16:09:00
seharusnya bisa…tapi karena kita aja nggak merasa bangga menggunakanya trus bagaimana?
Oct 15, 2009 @ 02:12:57
hehe .. berarti harus punya kebanggaan dulu dong, mas.
Oct 12, 2009 @ 10:19:41
Ternyata usianya sudah tua. Maaf pak saya belum mampu berbahasa yang baik dan benar. Saya benar-benar sadar akan kekurangan saya. Sayang di luar tidak ada kursus bahasa Indonesia.
.-= Baca juga tulisan terbaru Puspita W berjudul Maverick, Kisah Seorang Ibu Menolak Diagnosis Autisme atas Putranya =-.
Oct 15, 2009 @ 02:07:24
walah, bu pita jangan merendah begitu dong, hehe … bahasa blog bu pita sudah oke juga, kok.
Oct 11, 2009 @ 13:17:42
Gimana bahasa endonesa bisa dewasa bila guru yg mati karena kecelakaan disebut tewas dan koruptor mati dibilangnya wafat?
Oct 15, 2009 @ 01:55:01
wakaka … duh, bisa berabe itu, mas alif, keke …
Oct 11, 2009 @ 02:29:39
Tulisan yg bermanfaat, sangat panjang
Oct 15, 2009 @ 01:32:43
terima kasih apresiasinya, mas.
Oct 11, 2009 @ 02:21:50
Meski saya guru bahasa Inggris, jati diri saya tetap Indonesia lho, Pak. Kok saya jadi keki.
Bagaimana bahasa Indonesia yang saya gunakan di blog, Pak?
.-= Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul Menyoal Pendidikan Gratis Yang Ternyata Tidak Gratis Tis Tis =-.
Oct 15, 2009 @ 01:32:09
hehe .. baguslah, pak mursyid. wew… bahasa di blog pak mursyid oke juga, kok, pak. komunikatif dan cukup efektif dalam menyampaikan pesan kepada pembaca.
Oct 11, 2009 @ 00:35:12
Jika kita mampu menghargai bahasa Indonesia dan pengucapan yang baik dan benar, mampu mejadi kebanggaan dan indah saat disampaikan dengan santun tentu bisa mendorong semangat kita untuk menghargai jasa para pejuang yang sudah berkorban dengan sumpah satu bahasa Bahasa Indonesia.
Sayangnya kita tidak bangga menggunakan bahasa yang baik dan benar, sampai peralatan petunjuk jalan pun berbahasa aneh. Bahasa lain tetap kita pelajari untuk komunikasi verbal, nice post pak.
Oct 15, 2009 @ 01:30:52
terima kasih dukungan dan apresiasinya, mas pututik.
Oct 10, 2009 @ 23:56:41
Sob, mau tukar link?.
Saya suka dengan artikel2 yang ada ditempat Anda.
Kalau gitu saya tunggu konfirmasinya di salah satu postingan saya ya sob!.
Ini Blog saya: Blognya anak Indonesia
Oct 15, 2009 @ 01:29:31
terima kasih atas perhatiannya, mas adam.
Oct 10, 2009 @ 22:55:22
apa lagi diblog saya, banyak tulisan yang tidak baku.
.-= Baca juga tulisan terbaru ciput mardianto berjudul Analisa Harga Satuan Pekerjaan =-.
Oct 15, 2009 @ 01:28:16
hehe … jangan suka merendah begitu, mas ciput. tak baku pun tak apa2, asalkan memang situasinya santai.
Oct 10, 2009 @ 22:54:02
insya allah bisa Pa,
tetap semangat majulah Indonesiaku
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Seberapa susahnya membuat blog? =-.
Oct 15, 2009 @ 01:26:43
amiiin, semoga memang demikian, mas felani.
Oct 10, 2009 @ 22:45:07
tahun ini, pemerintah menerbitkan UU baru yang salah satunya mengatur soal bahasa. uu itu, setelah saya baca, sangat normatif. tidak visioner. menyesal sekali.
.-= Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Misteri-misteri Terbesar Indonesia Volume 2 =-.
Oct 15, 2009 @ 01:25:55
memang masih ada pro-kontra ttg kehadiran UU bahasa, mas haris, terutama yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi.
Oct 10, 2009 @ 17:04:12
mungkin bisa dilakukan dgn nulis yg baik dan benar di blog pak
.-= Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul tips dan trik kebanjiran pengunjung =-.
Oct 15, 2009 @ 01:24:22
betul sekali, mas afwan. blog bisa menjadi media yang bagus utk menulis dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Oct 10, 2009 @ 15:27:13
cah nduseo pun cinta boso indonesa lo….
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul ora tibak’e…..njawab neh cahe,hahahaha =-.
Oct 15, 2009 @ 01:20:54
mantab dong, mas. salut.
Oct 10, 2009 @ 10:55:01
aku cinta bahasa Indonesia kok, makanya gak pernah bisa bahasa Inggris. hehehehe…:d
Oct 15, 2009 @ 01:17:55
hehe … mantab dong, mbak, tapi tdk lantas berarti alergi terhadap bahasa asing loh, mbak, hehe …
Oct 10, 2009 @ 10:42:11
Walah pak… berbahasa indonesia yang baik dan benar terkadang kaku kalau digunakan untuk ngobrol sehari-hari… :d
Oct 15, 2009 @ 01:16:36
hehe … berbahasa indonesia yang baik dan benar itu tdk identik dg bahasa baku, loh, mbak. dalam suasana santai justru akan terasa kaku jika harus menggunakan bahasa baku.
Oct 10, 2009 @ 09:27:58
selamat berakhir pekan bersama keluarga, Pak Sawali…:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru fashion and style berjudul Anne Klein New York Sandals =-.
Oct 15, 2009 @ 01:15:12
selamat berakhir pekan pula, mbak cutie. makasih, yak!
Oct 10, 2009 @ 09:07:15
bahasa indonesia itu mudah saya ucap tapi tak mudah untuk meng eyd kan sebuah kata menjadi rangkaian bahasa indonesia yang cantik dan enak di baca. duh mesti harus belajar ke sawali nih pak ttg tata bahasa saya yang amburadul ndak karuan.
Oct 15, 2009 @ 01:14:00
walah, kita sama2 belajar, mas, karena bahasa memang terus berkembang sesuai dengan konteks zamannya.
Oct 10, 2009 @ 00:00:16
Salam Berbahasa Indonesia
Semoga Bahasa Indonesia makin Jaya ..
Menjadi Bahasa besar di dunia …
.-= Baca juga tulisan terbaru Abula berjudul Fokus pada Tujuan =-.
Oct 15, 2009 @ 01:11:49
salam juga, mas abula. amiin, mudah2an doa dan harapan mas abula bisa terwujud.
Oct 09, 2009 @ 23:39:46
Sebagai langkah kecil dalam menyikapi hal diatas saya salut karena blog ini menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam postingannya. Itu bisa jadi contoh bagi blogger lain termasuk saya, karena dari awal saya juga berusaha menggunakan bahasa Indonesia sebaik yang saya bisa.
Mungkin eufemisme juga merupakan “pelintiran” dari bahasa diplomatis yang sebenarnya bertujuan untuk membangun suasana komunikasi yang santun dalam segala kondisi. Namun “kepleset” jadi bertujuan untuk mengelabuhi rakyat yang cenderung berbahasa lugas. Payah memang.
.-= Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul Gedung Sekolah, Tempat Aman Dari Goncangan Gempa =-.
Oct 15, 2009 @ 01:10:37
hehe … terima kasih apresiasinya, mas nur. eufemisme bagus2 saja digunakan kok, mas, sepanjang tujuannya utk memperhalus dan memperindah tuturan, bukan utk melakukan reduksi terhadap fakta alias kenyataan yang sesungguhnya terjadi.
Oct 09, 2009 @ 23:32:31
bener-bener mantep kang..artikelnya sangat matang, segar, dan lezat untuk menjadi bahan santapan dalam dialog kebudayaan….
.-= Baca juga tulisan terbaru adi dzikrullah berjudul Kesalehan Terhadap Alam =-.
Oct 15, 2009 @ 01:08:48
terima kasih apresiasinya, mas adi.
Oct 09, 2009 @ 22:09:50
harus banyak belajar dan membiasakan diri.
)
saat ini wempi masih pake bahasa indonesia yang lumayan kacau. sehingga lawan bicara dengan gampang menebak, kamu orang padang ya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul SMS Quota TelkomselFlash =-.
Oct 15, 2009 @ 01:07:31
hehe … ndak apa2 juga, mas wempi. berbahasa indonesia yang baik dan benar itu tdk selalu identik dengan bahasa baku, kok. dalam suasana santai, kita kan boleh juga menggunakan ragam bahasa tak resmi.
Oct 09, 2009 @ 21:12:16
Wah, saya baru tahu “bulan bahasa” yang jatuh bulan ini. Ada tanggalnya, Pak ?
Oct 15, 2009 @ 01:05:52
hehe … ndak ada tanggalnya, kok, mas, bulan bahasa itu berarti berlangsung selama bulan oktober.
Oct 09, 2009 @ 20:59:26
Baru tahu saya kalau bahasa Indonesia telah berumur delapan dasawarsa, semoga makin tua, makin benar cara menggunakannya, bukan disalah gunakan lagi.
Oct 15, 2009 @ 01:04:28
amiiin, mudah2an harapan mas rifky bisa terwujud.
Oct 09, 2009 @ 20:58:10
bahasa indonesia ternyata dah tua banget ya pak?mudah mudahan gak pikun he he di tinggal dan di lupakan,jadi ingat pelawak yang sering bilang ‘berbahasa indonesialah yang baik dan benar’
Oct 15, 2009 @ 01:03:40
hehe … mudah2an ndak sampai pikun, mas maxall. berbahasa indonesia yang baik dan benar itu jangan diartikan mesti menggunakan bahasa baku, loh!
Oct 09, 2009 @ 19:14:04
saya tidak suka dengan terciptanya kamus bahasa gaul
Oct 15, 2009 @ 01:02:20
wah, itu dia, mas. kamus bahasa gaul bisa jadi malah akan jadi rujukan anak2 muda dalam berbahasa, termasuk dalam suasana resmi.
Oct 09, 2009 @ 16:12:53
mungkin salah satunya adalah membiasakan berbahasa yang baik dan benar ya,pak?
Oct 15, 2009 @ 01:00:47
betul sekali, mas. artinya, berbahasa perlu disesuaikan dengan konteks tuturannya.
Oct 09, 2009 @ 14:48:01
Masih terlalu muda Pak, Bahasa Indonesia. Bahasa Jawa, Sunda, Padang, dan lainnya yang lebih tua juga kadang terdesak Pak oleh globalisasi.
.-= Baca juga tulisan terbaru Iwan Awaludin berjudul Jalan-jalan ke Genting Highland =-.
Oct 15, 2009 @ 00:59:22
memang benar juga, pak iwan, tapi kalau dianalogikan dg usia manusia, sudah cukup tua juga, kan, hehe …
Oct 09, 2009 @ 14:42:37
bangga memiliki bahasa Indonesia yang indah
datang lagi bang
.-= Baca juga tulisan terbaru wisata riau bersama attayaya berjudul Wisata Riau =-.
Oct 15, 2009 @ 00:57:48
terima kasih, bang atta. mari kita terus pelihara kebanggaan kita terhadap bahasa nasional.
Oct 09, 2009 @ 14:09:50
Ayo lestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar…
Salah satunya dengan cara menulis di blog.
.-= Baca juga tulisan terbaru Software UM berjudul Rocket Launcher 1.0.0.5 =-.
Oct 15, 2009 @ 01:41:45
sip, mas. ajakan yang simpatik ini. terima kasih.
Oct 09, 2009 @ 13:43:38
Kita sebagai bangsa harus bangga dengan bahasa kita bahasa Indonesia, maaf pak kalau nggak nyambung
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Sulitnya Keluar Dari Sebuah Lingkaran =-.
Oct 15, 2009 @ 01:41:12
nyambung sekali, kok, pak. terima kasih dukungannya, pak.
Oct 09, 2009 @ 13:16:52
numpang mampir aja pak lama gak kesini
.-= Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul Khutbah Jumat: Musibah dan Ujian Keimanan Kita =-.
Oct 15, 2009 @ 01:40:18
terima kasih, mas heri.
Oct 09, 2009 @ 12:43:30
kebanyakan anak muda jaman sekarang lebih senang memakai bahasa gaul dalam kesehariannya.
ayo kita memakai bahasa indonesia yang baik dan benar!!!:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru fashion and style berjudul Giuseppe Zanotti Sandals =-.
Oct 15, 2009 @ 01:39:14
ndak apa2 juga, mbak cutie, asalkan itu dipakai dalam suasana santai.
Oct 09, 2009 @ 12:15:02
Saya kadang malu, ketika saya sendiri tidak bisa menggunakan bahasa saya dengan benar
ah ..
Oct 15, 2009 @ 01:38:19
walah, bahasa di blog mbak rindu cukup bagus dan runtut, kok.
Oct 09, 2009 @ 10:43:47
dalam umur yang sidah matang ini banyak bangsa lain mulai mempelajari Bahasa Indonesia. Kita patut berbangga karena Bahasa Indonesia sudah mempunyai pondasi yang kuat untuk “bisa” dipelajari. Namun dari sisi pengguna di Indonesia seringkali banyak kata yang sudah beralih artinya. Entah itu karena majas atau manipulasi kata sehingga berubah maknanya. Mari kita gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kembalikan kata pada artinya, hilangkan persepsi lain pada sebuah kata.
.-= Baca juga tulisan terbaru mandor tempe berjudul jawaban =-.
Oct 15, 2009 @ 01:37:23
sebuah ajakan yang simpatik, mas mandor. terima kasih support dan apresiasinya.
Oct 09, 2009 @ 10:40:23
mari kita gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesekali adakan kontes dong pak guru..kontesnya: blog yang paling baik dan benar dalam menggunakan bahasa Indonesia:-)
Oct 15, 2009 @ 01:36:10
doh, kontes blog yang paling baik dan benar bahasa indonesia? wah, ide yang bagus itu, mas. mudah2an suatu ketika bisa menggelarnya dan ada yang men-support-nya.
Oct 09, 2009 @ 10:03:12
Terus terang saya agak pesimis untuk berharap Bahasa Indonesia mampu menjadi “bahasa pembebas” … Karena dibutuhkan suatu komitmen besar mulai pemimpin hingga seluruh komponen bangsa ini, untuk mengbahasa-Indonesiakan semua istilah yang ke-elit-elitan, kebarat-baratan atau sok ilmiah yang memang kadang membuat jidat kita berkerut untuk mencernanya.
Pada kenyataannya memang banyak kosa kata ilmiah maupun asing yang belum terwakili dalam bahasa Indonesia.
Semoga Bahasa Indonesia mampu memberi warna pada bangsa Indonesia. Amien….
Oct 15, 2009 @ 01:33:53
amiiin, semoga harapan itu bisa terwujud, mas xit, meski memang butuh perjuangan. yang pasti butuh kesadaran kolektif semua pihak utk menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan konteksnya.
Oct 09, 2009 @ 09:18:03
Nah nek yang ini aku juga nggak begitu mudeng.
Lho, kok bahasa Indonesianya kayak gini tho ….
.-= Baca juga tulisan terbaru rochman berjudul Andaikata Chris John Berlebaran =-.
Oct 15, 2009 @ 01:32:35
hehe .. pak jai bisa saja nih. walah!
Oct 09, 2009 @ 09:17:00
bahasa indonesia memang bahasa terbaik untukku
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul Macam Rumus Bangun Datar dalam Matematika =-.
Oct 15, 2009 @ 01:31:14
baguslah, mas damey. terima kasih.
Oct 09, 2009 @ 08:18:15
Saya cm mw bilang. Sudahkah qt menggunakan bhs indonesia dlm keseharian qt? Klo aq sih blm, msh menggunakan bhs jawa. Kdng ad tmn yg g bs bhs jawa, ttp aj tmn2 pas ngumpul pake bhs jawa, yg lain g mudeng deh
Oct 15, 2009 @ 01:30:17
pakai bahasa jawa pun tak masalah, mas, karena masyarakat kita memang masyarakat dwibahasa.
Oct 09, 2009 @ 07:49:01
Banyak orang yang malu dengan bahasa kita sendiri…
Di FB juga banyak yang menggunakan status bahasa Inggris, ntah tau apa tidak maknanya. atau cuma biar keren aja..:d
.-= Baca juga tulisan terbaru the bunglon’s berjudul Menyelamatkan Diri dari Gempa =-.
Oct 15, 2009 @ 01:29:08
hmm… saya kadang2 juga bertanya, mas. penggunaan bahasa inggris semacam itu sesungguhnya dimaksudkan utk apa, ya?
Oct 09, 2009 @ 07:23:52
saya kok msh sering risih ya, kL liat / denger mahasiswa yg muka n penampiLanya jawa tuLen ngomong pke bhs Indonesia, pdhL dy lg ngobroL ma mhsw yg sm2 jawa tuLen.. (saLah ga?)
Oct 15, 2009 @ 01:27:47
hehe … itu kenyataan sosial yang mustahil bisa dihindari, mas hari. asalkan dalam suasana resmi mereka tetep mampu menggunakan bahasa sesuai dg kaidah yang berlaku.
Oct 09, 2009 @ 05:27:45
di keseharian masyarakat biasanya malah menggunakan bahasa daerah atau bahasa gaul, sepertinya ga’ PD klo pakai bhs Indoesia yang baku
.-= Baca juga tulisan terbaru IHSAN berjudul Pembersihan Following Yang Lama Tidak Update Blog =-.
Oct 15, 2009 @ 01:25:15
dalam suasana santai, sah2 saja kok, mas, menggunakan ragam bahasa tak baku.
Oct 09, 2009 @ 02:25:21
cuman sampe tgl 17 november, setelah itu bs dihapus kok..
.-= Baca juga tulisan terbaru Pancallok berjudul Kontes Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Semakin Seru =-.
Oct 09, 2009 @ 02:24:34
Pak nitip link ya http://pancallok.blogspot.com/2009/08/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html dgn teks ancur : Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang kiranya bisa di pasang di sidebarnya pak Sawali ^:)^
.-= Baca juga tulisan terbaru Pancallok berjudul Kontes Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Semakin Seru =-.
Oct 15, 2009 @ 01:24:30
ok, nanti saya taruh link-nya di halaman tautan, mas. makasih.
Oct 09, 2009 @ 02:12:23
ntu Bahasa Indonesia yang baik dan benar gimana sih? apa harus sesuai Ejaan yang Disempurnakan?hihiihi
.-= Baca juga tulisan terbaru Pancallok berjudul Kontes Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang Semakin Seru =-.
Oct 15, 2009 @ 01:20:33
hmmm… ya perlu disesuaikan dengan konteks dan kepentingan ekspresinya, mas. dalam suasana santai, komunikasi justru akan terasa kaku jika harus menggunakan bahasa baku.
Oct 09, 2009 @ 02:00:00
tak salah jika ada pepatah yang mengatakan…
“Mulutmu harimaumu…”
Bukan begitu pak Sawali?
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul Xtra Money !!! =-.
Oct 09, 2009 @ 01:53:18
tak salah jika ada pepatah yang mengatakan…
“Mulutmu harimaumu…”
Bukan begitu pak Sawali?
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul Xtra Money !!! =-.
Oct 15, 2009 @ 01:18:16
hmmm … bener juga tuh, mas love.
Oct 09, 2009 @ 01:50:28
bahasa memang alat untuk berkomunikasi… sayangnya bahasa seringkali mengidap falasia.., falasia bahasa…
itu yang pada akhirnya justru memicu lahirnya miskomunikasi yang dikemas dalam bentuk euphimisme yang hiperbolik, sarkastis dan satyre…
Oct 15, 2009 @ 01:17:19
wah, terima kasih banget tambahan infonya, mas itempoeti. dapat tambahan kosakata baru, nih.
Oct 09, 2009 @ 01:01:14
Saya bahkan tak pernah tahu, adakah implementasi dari Kongres Bahasa Indonesia yang rutin digelar itu? Penyadaran kolektif, sepertinya begitu kompleks pak. Tapi saya rasa, pembelajaran di sekolah adalah salah satu matarantai yang dapat diharapkan untuk mengembalikan Bahasa Indonesia ke hakikatnya..
Oct 15, 2009 @ 01:14:51
saya setuju banget itu, mas teguh. institusi pendidikan menjadi media yang strategis utk menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa indonesia.
Oct 09, 2009 @ 00:58:15
agak dilematis juga pak, kalau bahasa indo digalakkan lalu gimana dengan nasib bahasa2 daerah, padahal kita senua tahu bahasa2 daerah yg jumlahnya ratusan itu aset yg sangat bernilai bagi bangsa kita, kalau kita mengajari anak2 kita sejak kecil bahasa indo, lama2 bahasa ibu kita akan punah dan tidak menjadi percakapan sehari hari cuman menjadi mata pelajaran disekolah……..susah ya….
.-= Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul Terjemahan Serat Wedhatama Pangkur 6-8 =-.
Oct 15, 2009 @ 01:13:19
itu jelas tersurat dalam uud’45, mas tono. menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar tidak berarti menggusur bahasa daerah. bagi masyarakat dwi bahasa seperti indonesia, keberadaan bahasa daerah tetep dipertahankan, dilestarikan, dan dikembangkan sesuai dengan konteks lokal.
Oct 09, 2009 @ 00:43:00
seharus langkah2 kreatif dan progresif utk menjadikan bahasa Indonesia tetap jaya di negeri sendiri nih
Oct 15, 2009 @ 01:11:14
iya, mas arul. dalam konteks ini, bloger juga memiliki peran yang cukup besar loh, hehe …
Oct 09, 2009 @ 00:42:48
Insya Allah mampu Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas =-.
Oct 15, 2009 @ 01:09:05
amiiin, mudah2an memang demikian, mas pencerah.
Oct 09, 2009 @ 00:14:50
begitu baca paragraf kedua di atas, saya langsung tersentak, Pak. seketika teringat pada saat istilah ‘salah prosedur’ mendapat momentum yang luar bisa bertahun-tahun lalu. saya yakin Pak Sawali juga ingat, eufimisme untuk kasus apa itu.
dalam benak saya, kasus macam ‘salah prosedur’ itulah yang menjadi pengkhianatan berbahasa terbesar dan menjerumuskan dalam kerangka kita bernegara.
selain itu, walau nampak artifisial, paling tidak dulu juga ada gerakan peng-Indonesia-an istilah di tempat publik, yang sekarang sudah tak terdengar lagi kelanjutannya.
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Jerit Guru Sekolah Berlabel Agama =-.
Oct 15, 2009 @ 01:08:26
betul sekali, pakacil. ungkapan salah prosedur sesungguhnya bisa digolongkan sbg eufemisme utk menghaluskan hal2 yang sesungguhnya vulgar dan kasar.
Oct 08, 2009 @ 23:51:18
Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa ini. sudahlah pasti menjadi media pembebasan bagi kita dalam mengatasi masalah berkomunikasi antar suku..
he he he. masih berlakukah 1 bulan penuh di oktober ini full bahasa Indonesia dì sekolah kita pak?
Oct 15, 2009 @ 01:06:36
mestinya itu masih berlaku, farhan. hanya saja dalam praktiknya tidak selalu demikian.
Oct 08, 2009 @ 22:52:25
Sehari2 aku malah nganggo Bahasa Jawa Pak…
Mbuh nek Pak Sawali !
.-= Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul mm/dd/yyyy versus dd/mm/yyyy =-.
Oct 15, 2009 @ 01:05:13
walah, ya ndak apa2 toh, pak, karena memang kita ini kan masyarakat dwi bahasa.
Oct 08, 2009 @ 22:31:18
Semoga kita mempunyai kebebasan yang sesungguhnya bukan kebebasan yang terkungkung
Oct 15, 2009 @ 01:04:02
amiiin, mudah2an demikian, mbak ajeng.
Oct 08, 2009 @ 22:27:48
Bahasa Indonesia sesungguhnya bisa menjadi media pembebasan untuk mengantarkan negeri ini sebagai bangsa yang lebih terhormat dan bermartabat. Hal ini bisa terwujud apabila kaum elite yang berada dalam lingkaran kekuasaan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa rakyat ketika menyampaikan kebijakan-kebijakan penting dan krusial; bukan menggunakan bahasa kaum elite yang berbelit-belit dan cenderung menyesatkan publik.
*saia suka kalimat itu pak*
.-= Baca juga tulisan terbaru gajah_pesing berjudul FaceBook Toolbar =-.
Oct 15, 2009 @ 01:02:35
terima kasih apresiasinya, mas fay.
Oct 08, 2009 @ 22:26:21
saia mencoba belajar untuk menggunakan bahas Indonesia secara baik dan benar
.-= Baca juga tulisan terbaru gajah_pesing berjudul Online Trading =-.
Oct 15, 2009 @ 01:01:34
baguslah itu, mas fay. artinya, disesuaikan dengan konteks tuturan ketika kita berbicara atau menulis.
Oct 08, 2009 @ 22:21:57
Jujur, antara benci dan cinta saya kepada bahasa Indonesia menyatu. Cinta karena “dia” adalah bahasa negara kita. Benci karena sampai diusianya yang ke 81 tahun, bahasa Indonesia masih lajang … maaf, malah berselingkuh dengan aksara Latin. Apa saja yang dikerjakan oleh pakar bahasa Indonesia di atas sana? …
Oct 15, 2009 @ 01:00:08
itu perasaan yang wajar, mas gi, sebagai wujud kecintaan dan apresasiasi terhadap bahasa kita.
Oct 08, 2009 @ 22:14:36
bahasaku, jiwaku…
perkembangan perbahasaan di negeri kita tumbuh sedinamis dengan perkembangan budaya dan tehnologi… menjadikan bahasa Indonesia nantinya menjadi bahasa yang sangat adaptable dan sangat menyenangkan…
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Install Google Chrome Themes dan Extension =-.
Oct 15, 2009 @ 00:58:29
amiiin, harapan kita memang seperti itu, mas surya. bahasa indonesia menjai lenbih adaptif terhadap tuntutan perkembangan dan dinamika peradaban.
Oct 08, 2009 @ 21:47:42
wah, baru nyadar kalo bahasa kita sudah berumur 81 tahun, lama banget ya8-|
Oct 08, 2009 @ 23:29:09
betul, mas. kan sejak tahun 1928 ketika ikrar sumpah pemuda dikumandangkan.
Oct 08, 2009 @ 21:31:43
Yukz kita bangkitkan semnagat untuk melestarikan bahsa kita, Bahasa Indonesia.
.-= Baca juga tulisan terbaru saifuna berjudul Kenapa Santri Harus Nge-BLOG ? =-.
Oct 08, 2009 @ 23:28:15
ajakan yang simpatik, mas saif. yang pasti saya sangat setuju ajakan itu.
Oct 08, 2009 @ 21:02:15
satu nusa
satu bangsa
satu bahasa kita
tanah air
pasti jaya
untuk selama-lamanya
Oct 08, 2009 @ 23:27:46
terima kasih, bang atta.
Oct 09, 2009 @ 05:23:37
@wisata riau bersama attayaya, sip… itu yang paling mantaf….