Arsip
February 2012 (1)
Detailed Monthly Archive
January 2012 (10)
Detailed Monthly Archive
- 29: Selamat Berjumpa Kembali dalam event ISBA 2012 (57)
- 24: Plugin Sopa Blackout untuk Platform WordPress (53)
- 23: Sindrom Kecemasan terhadap Kebebasan Informasi (44)
- 21: Perhelatan Agung yang Berdarah-darah (49)
- 17: Mengikuti Dinamika ISBA 2011 (52)
- 15: Mengapresiasi Blog Special Notes (72)
- 11: Lenovo DoNetworkID Program: Terobosan Kreatif Menuju Peradaban Baru (65)
- 09: Pendidikan Pasca-Reformasi: Quo-vadis? (53)
- 05: Ketika Televisi menjadi “Tuhan” Kedua (96)
- 02: “Resolusi” Akhir Tahun yang Gagal Terwujud (116)
December 2011 (27)
Detailed Monthly Archive
- 31: Menggelorakan Semangat Perubahan Menjelang 2012 (65)
- 30: Pasca-Sertifikasi: Gaya Hidup Guru Berubah? (42)
- 29: Kurikulum Tetap Sama Produknya (35)
- 28: Hidup di Negeri yang Memberhalakan Angka-Angka (48)
- 26: Sastra Kita Miskin Kritik? (33)
- 24: Daya Serap Terendah Soal UN Bahasa Indonesia SMP 2011 (48)
- 22: Hari Ibu dan Nasib TKW yang “Ternistakan” (46)
- 20: Bu Ismi: Guru Besar yang Rendah Hati (45)
- 19: Tip Praktis Mengoptimalkan Fungsi Fitur Google+ (44)
- 18: Aktivitas Blogwalking dan Hadiah Buku (68)
- 17: Bahan Ajar, Micro-Teaching, dan Kesetaraan Gender (11)
- 16: Ungkapan Verbal yang Mengukuhkan Bias Gender (30)
- 15: Ketika Guru Bertemu dengan Pengarang (33)
- 14: Ketika Kresna Diselubungi Dendam (25)
- 13: Menulis adalah “Kebutuhan” Seorang Blogger (35)
- 12: Menggelorakan Semangat “Historia Vitae Magistra” (11)
- 11: Menghadirkan “Nyanyian Penggali Kubur” di Ruang Kelas (25)
- 10: Menjadikan Blog Guru sebagai “Laboratorium” Virtual (34)
- 09: Gunawan Budi Susanto, Nyanyian Penggali Kubur, dan Jiwa yang Terluka (14)
- 08: Satu Hari Satu Postingan: “Resolusi” Akhir Tahun 2011 (45)
- 07: Three Teachers Receive ‘New Era’ Awards (31)
- 06: Wani Pira: Idiom Sindiran terhadap Fenonema Suap (31)
- 05: Membangkitkan Optimisme Generasi Masa Depan (39)
- 04: Blog, Guraru, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) (25)
- 03: Bahasa Gaul dalam Perspektif Pragmatik (26)
- 02: Membangun Karakter Anak melalui Buku Cerita (30)
- 01: Menjaga Spirit dan Konsistensi Ngeblog (29)
November 2011 (8)
Detailed Monthly Archive
- 30: Membebaskan Guru dari Cengkeraman Politik Lokal (21)
- 29: Reformasi Birokrasi dalam Kepungan Limbah Korupsi (25)
- 27: Tahun Baru Hijrah dan Semangat Perubahan (18)
- 25: Mengembalikan Fitrah Guru sebagai Pencerah Peradaban (33)
- 22: Juara Umum Tanpa Mahkota (41)
- 17: Memacu “Adrenalin” Guru dalam Menulis (58)
- 05: Kreatif, Inovatif, Kontemplatif, namun Irregulatif (54)
- 03: Pentas Seni rakyat, Peluncuran Antologi Puisi, dan Monolog Eko Tunas (31)
October 2011 (11)
Detailed Monthly Archive
- 29: Monolog “Lelaki Bulan Mei” (33)
- 28: Kaum Muda, Kekerasan, dan Perubahan Sosial (36)
- 25: Lelaki Bulan Mei (24)
- 24: Implikasi Sosial-Birokrasi Tunjangan Profesi Pendidik (15)
- 23: Komodo dan Ironi Nasionalisme (23)
- 22: Undang-Undang Kebahasaan yang Terpinggirkan (19)
- 21: Di Balik Kematian Muammar Khadafi (32)
- 19: Ekspektasi di Balik Kemendikbud Pasca-Reshuflle (38)
- 18: Membangun Masa Depan Amarta (21)
- 17: Menari Puisi-puisi (16)
- 08: Dan Bencana Itu (32)
September 2011 (9)
Detailed Monthly Archive
- 30: 2013, Aruh Sastra di Banjarbaru (28)
- 27: Evaluasi Aruh Sastra (15)
- 24: Ada apa dengan Kandidat Intelektual Kita? (44)
- 22: Pemberdayaan MGMP dan Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru (28)
- 12: Workshop Evaluasi KTSP dan Pembentukan Forum Guru Responsif Gender (57)
- 08: Gumam dalam Tafsir Rindu (50)
- 06: Tadarus Puisi dan Silaturrahmi Sastra Ke-8 di Kota Banjarbaru (39)
- 05: Mudik, Idul Fitri, dan Halal-Bihalal (34)
- 04: MyWritingExpert.com: Exclusive Custom Essay Writing (14)
August 2011 (10)
Detailed Monthly Archive
- 28: Semangat Menuju Hakikat “Kesucian” (82)
- 25: Menyelesaikan Pekerjaan Offline yang Tersisa (35)
- 23: Mudik, Kekerabatan Sosial, dan Citra Diri (59)
- 21: Antara Puasa dan Perilaku “Tapa Ngrame” (38)
- 20: Buku Sekolah Pasca-BSE: Apa Kabar? (43)
- 14: Usai Sudah Akreditasi Sekolah Itu! (87)
- 11: Penyair Indonesia Asal Kalsel dalam “Akulah Musi” (29)
- 10: Membangun Ingatan Kolektif tentang Kemegahan Nusantara (53)
- 09: Kemerdekaan, Ramadhan, dan Bangsa yang Berdaulat (31)
- 07: Ganti “Baju” di Bulan Ramadhan (56)
July 2011 (6)
Detailed Monthly Archive
- 30: Karnaval Budaya Menjelang Ramadhan 1432 H (58)
- 19: Menjelang Akreditasi Sekolah dan Pendampingan Kesetaraan Gender (51)
- 13: Tahun Ajaran Baru dan Wajah Indonesia Masa Depan (63)
- 05: Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan MOS (46)
- 02: Menentukan “Ruh” Cerpen Pilihan (26)
- 01: Wisran Hadi: Potret Sastrawan yang Setia dengan Dunianya (15)
June 2011 (7)
Detailed Monthly Archive
- 26: FLS2N 2011 dan Wajah “Indonesia Mini” di Makassar (39)
- 21: Memetakan Kompetensi Siswa SMP dalam UN 2011 (70)
- 17: Ketika Drupadi Harus Berpoliandri (31)
- 13: Fenomena Nilai UN Bahasa Indonesia SMP Tahun 2011 (51)
- 09: Belajar Forex melalui InstaFXSchool (38)
- 06: Ada Apa dengan Nilai Ujian Nasional SMP Tahun 2011? (52)
- 01: Pancasila dan Penataran P4: Sebuah Refleksi (42)
May 2011 (16)
Detailed Monthly Archive
- 31: Skill Games: Play Education Skill Games Online (22)
- 27: Temu Kerja IPKB Jawa Tengah Tahun 2011 (31)
- 25: Mengapa Saya Memilih Plugin KStats Reloaded? (48)
- 24: Bimasena: Antara Keperkasaan dan Kelembutan Hati (22)
- 23: Alam Takambang Jadi Guru dan Kecerdasan “Paripurna” (41)
- 22: Guru, Blog, dan Media Aktualisasi Diri (66)
- 20: 103 Tahun Kebangkitan Nasional: Sebuah Refleksi (49)
- 18: Kelembutan Gaya Tutur dalam Sajak-sajak Dharmadi (46)
- 17: Seni Ketoprak di Kendal “Mati Suri”? (51)
- 15: Kota Mati, Air Mata Darah, dan Kulacak Jejak Masa Silamku (38)
- 14: Ngeblog: Antara Visi, Misi, dan Orientasi (61)
- 13: Mengurai Benang Kusut “Kemandegan” Budaya Menulis di Kalangan Guru (45)
- 12: Kisah Pradna Paramita tentang Inus, Suher, dan Viper (43)
- 10: Ketika Sastra(wan) Membuka Diri (36)
- 09: Ketika Kang Putu Mengkritisi Fenomena Zaman Edan (16)
- 02: Hardiknas 2011 dan Radikalisme Agama (110)
April 2011 (7)
Detailed Monthly Archive
- 29: Membaca Gumam Asa, Dahi-dahi yang Berkerut (29)
- 21: Semangat Kartini dan Nasib Tragis Para TKW (68)
- 15: Istana Daun Retak dan Bungkam Mata Gergaji: Sebuah Catatan (42)
- 12: Pengajaran Sastra, Kurikulum, dan Kompetensi Guru Bahasa (76)
- 11: BooksfreeSwap: The Best Solution for Book Lovers (14)
- 07: Pendidikan Karakter Berada di Titik Nazir Peradaban? (66)
- 02: Catatan Pendek atas Cerpen Jimat Kalimasadha (60)
March 2011 (10)
Detailed Monthly Archive
- 30: Pengajaran Mini dan Inovasi Model Pembelajaran (58)
- 28: Ranah Sastra yang Kian Dimarginalkan (34)
- 16: Teror Bom Utan Kayu dan Ancaman Pluralisme (105)
- 14: Tsunami Jepang dan “Tsunami” Indonesia (103)
- 11: Antara Ronggeng Dukuh Paruk dan Tayub Grobogan (82)
- 08: Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah (101)
- 07: Gumam Asa, Aforisma dan Pasta Kebenaran (26)
- 05: Prahara di Pesanggrahan Waranawata (25)
- 03: Sepakbola dan Pendidikan Karakter Bangsa (70)
- 01: Hamil Eksperimental, Lahirkan Gumam Asa (27)
February 2011 (7)
Detailed Monthly Archive
- 27: Mengapresiasi Terobosan Baru Kemdiknas dalam UN 2011 (40)
- 24: Gumam Asa Berkata Terang (52)
- 23: Pernyataan Dipo Alam dan Ancaman Kebebasan Pers (70)
- 22: Ontran-ontran di Tubuh PSSI, Kapankah Berakhir? (51)
- 18: “Gumam Asa”: Wawasan Estetik Disharmoni, Asimetri, dan Dekonstruksi (55)
- 11: Durna vs Drupada: Pertaruhan Gengsi dan Kehormatan (116)
- 08: Linux Mint 10 Julia Memang Tampil Beda! (126)
January 2011 (14)
Detailed Monthly Archive
- 30: Mohon Maaf: Saya Mencopot Gravatar dan Commentluv (232)
- 28: Percobaan Pemakzulan Rezim ala Negeri Kelelawar (76)
- 27: PokerStars: Comes with Exclusive Games Software (30)
- 26: Sejumlah Puisi dan Gumam Asa Bang Ali Syamsudin Arsi (52)
- 25: Eksistensi DK-2 di Tengah Tantangan Zaman (45)
- 21: Effective, Easy, and Attractive Learning with Online Tutoring (63)
- 20: Mendulang Pemikiran Kreatif dari Sosok Wardjito Soeharso (61)
- 17: Pelatihan dan Seminar Nasional: Teknologi Pendidikan Abad ke-21 (81)
- 14: Formula Kelulusan UN 2011: Kemajuan atau Kemunduran? (147)
- 14: The Cricut Expression: Innovative Craft Icon (28)
- 12: Financial Problem Solutions through Payday Loans (34)
- 10: Testing Grade Speed Loading Blog di GTmetrix (117)
- 03: Penyaluran Dana BOS: Antara Idealisme dan Mentalitas Korup (120)
- 01: Resolusi 2011: Jadikan Korupsi sebagai Musuh Bersama (79)
December 2010 (12)
Detailed Monthly Archive
- 30: Catatan Pasca-Tiga Tahun Ngeblog: Sebuah Refleksi (79)
- 28: Dua Hadiah Menjelang Akhir Tahun (67)
- 27: Arjuna, Masih Ada Aku! Karna! (35)
- 25: Merajut “Khittah” Toleransi yang Terkoyak (42)
- 23: Budaya Pop dan Apresiasi Sastra yang Merana (63)
- 22: Hari Ibu, Sepak Bola, dan “Euforia” Bangsa (78)
- 17: Formula Baru UN Hendaknya Jangan Memutar Lagu Lama (83)
- 13: Ketika Petinggi Negeri Kelelawar Menafikan Suara Rakyat (55)
- 10: Bola Ternyata Tak Sebatas Kulit Bundar (65)
- 06: Makna Hijrah di Tengah Peradaban yang Sakit (75)
- 04: Bahasa Kekuasaan dalam Perspektif Pragmatik (40)
- 01: Keresahan Deddy Mizwar Menatap Wajah Indonesia (82)
November 2010 (7)
Detailed Monthly Archive
- 29: Pengembaraan Sang Bhima Menemukan Air Suci Kehidupan (42)
- 20: Catatan Pasca-Musda III Dewan Kesenian Kendal (44)
- 16: Pendidikan Kebencanaan dan Kesigapan Mengurangi Risiko (67)
- 13: Final OSI 2010, Buku, dan Kopdar Surabaya (64)
- 08: ALNI: Film Satire tentang Indonesia “Kontemporer” (92)
- 06: Duka Merapi dan Bangkitnya Solidaritas Kebangsaan (73)
- 03: Prahara Tak Pernah Berhenti Mengguncang Negeri Kelelawar (68)
October 2010 (15)
Detailed Monthly Archive
- 31: Merapi dalam Sajak: Sebuah Kesaksian Intuitif (85)
- 30: Memberikan Ruang Kebebasan Berekspresi bagi Siswa (39)
- 27: Haruskah Sumpah Pemuda Kehilangan Kesakralannya? (69)
- 26: Dari Rakor OSI, Kerja Bakti, hingga Ketemu Pakdhe Cholik (51)
- 22: Musikalisasi Puisi dan Pemberdayaan MGMP (86)
- 19: Bahasa Indonesia di Tengah Perubahan Global (82)
- 15: Krisis Air Bersih dan Ancaman Generasi yang Hilang (117)
- 14: Mengintip Agenda Bulan Bahasa dan Sastra 2010 (49)
- 12: Isu tentang Air Bersih dalam Blog Action Day 2010 (69)
- 11: Orkestrasi Pembelajaran melalui Quantum Teaching (54)
- 10: Jalan Sehat Multikultur Kabupaten Kendal (36)
- 07: Workshop Penguatan Tim Pengembang Kurikulum Provinsi (84)
- 04: Agupena Pasca-Rakernas: Sebuah Refleksi (90)
- 02: Rakernas Agupena dan Agenda Perubahan (44)
- 01: Gerakan dan Budaya Literasi yang Terabaikan (73)
September 2010 (15)
Detailed Monthly Archive
- 29: Guru Menulis KTI Populer: Siapa Takut? (78)
- 26: Blog Mahayana-mahadewa.com Tak Jadi Terkubur (84)
- 24: W3 Total Cache: Plugin Cache Powerfull (80)
- 23: Siapa Menabur Angin Bakal Menuai Badai (54)
- 21: Olahraga Prestasi dan Pendidikan Karakter (50)
- 19: Halal Bihalal Keluarga Besar (48)
- 18: Bahasa Kekerasan dan Kebebasan Beragama (34)
- 17: Dari Batam ke Tanah Jawa (62)
- 16: Kehilangan Akun Google (71)
- 14: “Ritual” Mudik dan Geliat Kampung Halaman (65)
- 09: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H (169)
- 06: Buku D. Kemalawati dan Award Pak Eka (88)
- 04: Peluncuran Website Sekolah (107)
- 03: Imazonation, Phantasy Poetica, dan Potret Kebhinekaan (60)
- 01: Ketika Dewi Kunti Harus Memilih Jodoh (73)
August 2010 (14)
Detailed Monthly Archive
- 28: OSI dan CT-BSI: “Investasi Sastra” Masa Depan (71)
- 23: Mengapresiasi Gerakan Perlawanan terhadap Keyword “SMP” (159)
- 22: Delete-Revision: Plugin “Wajib” untuk WordPress (97)
- 20: OSI: Upaya Mengokohkan Basis Pendidikan Karakter (43)
- 18: Friends Award Tak Terduga (116)
- 17: Gumam Asa ala Ali Syamsudin Arsy (50)
- 16: Ruang Jingga: Memadukan Kreativitas melalui Jejaring Sosial (49)
- 15: Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan (75)
- 14: Aktivitas Ngeblog Selama Ramadhan (74)
- 13: Perubahan Gaya Hidup di Bulan Ramadhan (69)
- 10: Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan (97)
- 09: Banjir Puisi dalam Sehari (80)
- 05: Pelatihan Pendidikan Sekolah Berwawasan Gender (79)
- 01: Ramadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan Sosial (144)
July 2010 (11)
Detailed Monthly Archive
- 30: Lima Alasan Sederhana Saya Menggunakan Open Source (114)
- 27: Menuju Kendal Mandiri: Refleksi Hari Jadi Ke-405 (75)
- 26: Sayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala (65)
- 23: Anak-anak Indonesia, Potret Generasi yang Hilang (140)
- 21: Dari Kayu Bakar, Minyak Tanah, hingga Elpiji (105)
- 18: Memajang Postingan Terkait dan Thumbnail Tanpa Plugin (132)
- 17: Puisi dan Pendidikan Karakter: Sebuah Pengantar (55)
- 12: Membumikan Pendidikan Karakter (128)
- 09: Peradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati (124)
- 08: Agupena Pasca-Munaslub dan Muswilub (43)
- 03: Dari Dunia Maya Menuju ke Pelaminan (179)
June 2010 (12)
Detailed Monthly Archive
- 30: Memilih Theme: Antara Selera, Isi, dan SEO (176)
- 24: Kursus Membaca Cepat Online: Solusi Mengatasi Beban Kultur Literasi (157)
- 19: Temu Sastrawan Jawa Tengah 2010 dan Balsem Gosok (114)
- 18: Kinerja Cepat dan Inovasi WordPress 3.0 (153)
- 15: Semangat Asia dan Darah PSSI (165)
- 11: Ketika Genderang Perang Piala Dunia Ditabuh (117)
- 09: Kastanisasi dan Elitisme di Balik Sekolah RSBI (97)
- 06: Komunitas Bisnis Indonesia Online: Terobosan Visioner Menuju Indonesia yang Makmur dan Sejahtera (143)
- 05: Selamat “Berpesta” Demokrasi buat Warga Kendal (51)
- 04: Belajar Cari Duwit lewat RahasiaPanas.com (96)
- 02: Tragedi Mavi Marmara dan Bangsa yang Teraniaya (60)
- 01: Nilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini! (72)
May 2010 (11)
Detailed Monthly Archive
- 31: Casino Roulette: Game of Entertaining and Profitable (1)
- 30: Dari Siskamling hingga Pak Susno (55)
- 28: Blog dan Jejaring Sosial sebagai Pilar ke-5 Demokrasi (81)
- 26: E-Book Teknik Jitu Membaca Cepat (97)
- 22: Penafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna (107)
- 20: Dari Banjarnegara ke Donohudan: Sebuah Refleksi Pendidikan dan Budaya (34)
- 14: Kesaksian Maria Utami: antara “Pemberontakan” dan Beban Estetika (56)
- 10: Aksi Para Pendekar Tidar di Tlatah Pendidikan (71)
- 08: Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda (58)
- 04: Sosok Pak Achjar Chalil dalam Kenangan (106)
- 02: Pendidikan Karakter dan Hardiknas 2010 (111)
April 2010 (11)
Detailed Monthly Archive
- 30: Lerengmedini, Apsas, dan Dinamika Sastra Kendal (57)
- 29: Membangun Karakter Bangsa melalui Festival dan Lomba Seni (49)
- 25: Sastra, Korupsi, dan Keterasingan Hidup (58)
- 22: Senjakala di Negeri Kelelawar (56)
- 20: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini (89)
- 19: Plugin Shoutbox untuk WordPress (62)
- 17: Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud? (70)
- 15: Menjadi Bangsa Pelupa (106)
- 09: Episode “Perang Kembang” dan Jalan Kebajikan (138)
- 06: Gayus Tambunan dan Rumitnya Penanaman Nilai Kejujuran (114)
- 03: UU BHP Pasca-Keputusan MK (125)
March 2010 (5)
Detailed Monthly Archive
- 31: Dongeng dan Fenomena Kekerasan (125)
- 27: Dari Motivasi ESQ ke Temu Forum PUG Bidang Pendidikan (91)
- 15: Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga (286)
- 12: Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong (132)
- 09: Ujian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (140)
February 2010 (9)
Detailed Monthly Archive
- 26: Workshop Nasional Pembuatan Blog bagi Guru (262)
- 26: Blog Free in Blogdive (32)
- 22: Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (75)
- 18: Pelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan (133)
- 10: Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua (148)
- 09: Aksi Kreatif Kika Syafii dan Undangan “Amprokan Blogger” (93)
- 05: Ujian Nasional dan Robotisasi Siswa Didik (158)
- 03: Bhisma pun Menepati Dharmanya (125)
- 01: Blogwalking: Jalan Menuju Sehat (234)
January 2010 (7)
Detailed Monthly Archive
- 30: Bank Century, Unjuk Rasa, dan Pemakzulan (125)
- 23: Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor (180)
- 21: Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui Sastra (136)
- 17: Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai Kanjeng (167)
- 15: Blog sebagai Gaya Hidup Masyarakat Posmo? (173)
- 08: Pelarangan Buku dan Tragedi Pencerdasan Bangsa (223)
- 03: Pendidikan yang Miskin Sentuhan Budaya (180)
December 2009 (10)
Detailed Monthly Archive
- 30: Belajar dari Nilai Pluralisme ala Gus Dur (207)
- 30: Reformasi Setengah Hati: Sebuah Refleksi Budaya Akhir Tahun 2009 (77)
- 27: Epitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri (76)
- 25: Gender dan Fenomena Perubahan Kelamin (131)
- 22: Momentum Hari Ibu dan Hijrah Peradaban (116)
- 19: Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah (132)
- 16: Semut vs Gajah: Refleksi Menjelang Tahun Baru Hijrah (116)
- 12: Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik (141)
- 06: Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN (126)
- 04: Ujian Nasional Pasca-Keputusan MA (146)
November 2009 (9)
Detailed Monthly Archive
- 30: Ulang Tahun ke-2 TPC dan Martil UU ITE: Sebuah Refleksi (153)
- 27: Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena (39)
- 24: Kinerja Guru dan Sertifikat Pendidik (116)
- 20: Ujian Nasional, Quo Vadis? (128)
- 18: Pembuatan Blog dalam Rangkaian Program Bermutu (205)
- 14: Buku Tali Asih dari Pakdhe Cholik (145)
- 09: Antara Facebooker dan Wakil Rakyat (216)
- 08: Nilai-nilai Kearifan Lokal di Balik Misteri Indonesia (112)
- 04: Kepribadian yang Terbelah dan Rasa Keadilan yang Terkoyak (216)
October 2009 (9)
Detailed Monthly Archive
- 30: Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (142)
- 26: Ragam Bahasa Media Internet dan “Euforia” Berekspresi (149)
- 23: KIB II dan Pupusnya Kekuatan Oposisi (157)
- 19: Virtual Host Berbasis Open Source untuk Pembelajaran Interaktif dan Mencerdaskan (140)
- 15: Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas (111)
- 11: Aksi-aksi Pendekar Open Source di Lembah Google (217)
- 08: Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Media Pembebasan? (150)
- 04: Batik dalam Perspektif Budaya (12)
- 03: Apa yang Harus Kami Katakan? (209)
September 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 30: Dari Halal Bihalal hingga Bela Negara (157)
- 27: Membumikan Software Open Source: Mimpi Indonesia Masa Depan (170)
- 26: Dari Khika hingga Joglo Abang (4)
- 23: Ironi di Balik Rencana Pelantikan Wakil Rakyat (144)
- 22: Blog Catatan Sawali Tuhusetya Kena Hack Lagi! (6)
- 20: Selamat Idul Fitri 1430 H (4)
- 18: Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah (158)
- 16: Bima Suci: Guru yang Ternistakan (172)
- 15: Jaunty Jackalope dan Upaya Pembebasan Mitos Pembajakan (4)
- 12: Jatuh Cinta dan Merdeka Bersama Ubuntu (254)
- 08: Web Sekolah dan Upaya Pencitraan Publik (235)
- 06: Onno W. Purbo, Linux, dan Penguatan Arus Bawah (145)
- 03: Gempa Bumi dan Rahasia Sang Pemilik Kehidupan (170)
- 01: Merindukan “Para Pencari Tuhan” Pasca-Ramadhan (126)
August 2009 (16)
Detailed Monthly Archive
- 30: Membangun Kembali Kesadaran Kultural secara Kolektif (9)
- 30: Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (124)
- 26: Air Kehidupan (187)
- 25: Mengekspresikan Keunikan Diri lewat Blog (6)
- 23: Pakdhe Semprul dan Maut (149)
- 21: Selamat Menyongsong Kehadiran Bulan Suci (1)
- 20: Ramadhan, Korupsi, dan Kearifan Budaya (126)
- 17: Merajut Kembali Nilai Kebersamaan (132)
- 16: Dirgahayu Negeriku! (10)
- 15: Semangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-an (121)
- 12: Baca Puisi Mengenang Tujuh Hari Kematian W.S. Rendra (102)
- 10: Dari Festival hingga Sarasehan Ambalwarsa I Kotareyog (104)
- 06: Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian (109)
- 06: KGI dan Mitos Guru Gaptek (74)
- 02: Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Reformasi Kultural (10)
- 02: Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia? (272)
July 2009 (17)
Detailed Monthly Archive
- 31: Sang Bayang dan Hari Jadi Kendal (110)
- 28: Spirit Tumenggung Bahureksa dan Dinamika Kendal Beribadat (110)
- 27: Ketahanan Budaya yang (Nyaris) Rapuh (8)
- 27: Postingan, Smiley, dan Komentar (90)
- 24: Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan? (146)
- 21: Upgrade Massal dan Sentimen Google (121)
- 21: Perubahan Alamat Blog Agregator (10)
- 20: Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi (93)
- 19: Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan (8)
- 18: Teror Bom dan Kebangkrutan Nurani (84)
- 17: Tradisi Award di Kompleks Blogosphere (11)
- 15: Informasi Pemenang BlogCompetition 2009 (4)
- 14: Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak ala Melly Kiong (121)
- 10: Hasil Audiensi Agupena, Sekretaris Ditjen PMPTK, dan SEAMOLEC (95)
- 06: Menikmati Aktivitas Ngeblog (151)
- 04: Peradaban Horor dan Sang Predator (1)
- 03: Refleksi Akhir Tahun Pelajaran (63)
June 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 29: Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan (122)
- 26: Sisi Lain Sosok Ahmad Tohari (106)
- 24: Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres (154)
- 21: Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif (68)
- 20: Memutus Mata Rantai Kekerasan (4)
- 19: Saya Sudah Tak Muda Lagi? (105)
- 17: Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar (113)
- 14: Sensasi Jakarta ala Sekolah Pinggiran (126)
- 11: Haruskah UU ITE Menjadi “Bom Waktu” buat Bloger? (153)
- 10: Email Bu Prita dalam Perspektif Pragmatik (94)
- 07: Ketika Blok Indraprasta Terlepas (96)
- 05: Manohara, Ambalat, dan Sentimen Nasionalisme (175)
- 03: Derita Bu Prita dan Pedang Algojo Kebenaran (128)
- 01: Prahara Kembali Mengintai Dunia Pendidikan (139)
May 2009 (20)
Detailed Monthly Archive
- 31: Reformasi Kultural (3)
- 30: Sang Togog yang Terkebiri dan Terpinggirkan (72)
- 27: Membangun Citra Diri (152)
- 24: Isu Perselingkuhan dan Jejaring Sosial Dunia Virtual (138)
- 22: Ulah Satpol PP dan Potret Buram Angkatan Gagap (133)
- 22: Orang Samin dan Pandangan Hidupnya (3)
- 22: Tentang Masyarakat Samin (1)
- 20: Berganti Judul dan Deskripsi Blog (4)
- 19: Kita Hidup di Tengah Peradaban Horor? (103)
- 17: Sekolah, Paulo Freire, dan Pendidikan Alternatif (113)
- 16: Refleksi Tragedi Mei 1998 (3)
- 15: Ambika dan Ambalika Menuai Badai (87)
- 12: Kreativitas Penciptaan: antara Kekuatan Personal dan Atmosfer Komunitas (109)
- 10: Hasil Akhir Pemilu 2009 dan Pamor Lembaga Survei (2)
- 10: “Bulan Pecah” di Tanah Bahureksa (71)
- 08: Final Lomba Cipta Teks Sastra dan Bangkitnya Perempuan Pengarang (72)
- 04: Metamorfosis Kecemasan (153)
- 04: Para Elite Negeri Sibuk Berkoalisi, Pendidikan Terabaikan (5)
- 02: Pekik Setengah Merdeka buat Pendidikan (120)
- 01: Obrolan Sastra di Pondok Maos Guyup Bebengan Boja (61)
April 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 29: Mengorbankan Idealisme (5)
- 28: Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen (103)
- 26: Ujian Nasional: Mengapa Harus selalu Jadi Momok? (112)
- 24: Mengapresiasi Sang Pecundang (10)
- 22: Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian II-Habis) (88)
- 21: Sosok Kartini dan Terbebasnya Mitos Kaum Perempuan (119)
- 19: Menjelang UN: Anak-anak Butuh Sentuhan Kelembutan dan Kasih Sayang (5)
- 18: Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8) (92)
- 15: Blog Khusus Bahasa dan Sastra (131)
- 12: Televisi dan Pesta Demokrasi (11)
- 12: Bloger, Nasionalisme, dan Dinamika Kebahasaan (94)
- 08: Bilik TPS, Contrengan, dan Nasib Bangsa (106)
- 06: Mendengarkan Suara Tuhan (11)
- 05: Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian I) (94)
March 2009 (17)
Detailed Monthly Archive
- 30: Menanggalkan Atribut Primordial di Kelas (131)
- 29: Melacak Jejak Aktivitas Ngeblog (15)
- 28: Lomba Penulisan Esai dan Cerpen AJB Bumiputera (73)
- 25: Hacker Gelap Kembali Bergentayangan (198)
- 23: Blog, Facebook, dan Keajaiban Dunia Virtual (12)
- 22: Pendidikan Kemanusiaan, Apa Kabar? (99)
- 19: D. Zawawi Imran, Puisi, dan Bahan Ajar (116)
- 15: Sosok Oportunis (127)
- 14: The Dexter, Penganyam Kata, dan Dunia Buku (13)
- 10: Terima Uangnya, Jangan Contreng Namanya! (195)
- 09: Guru sebagai Hamba Kemanusiaan? (74)
- 09: Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah (7)
- 08: Zero Fees Free Web Hosting (6)
- 07: Pengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya (69)
- 05: Perlukah Pendidikan Politik Masuk Kurikulum? (104)
- 02: Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (68)
- 01: Caleg dari Kalangan Artis (11)
February 2009 (15)
Detailed Monthly Archive
- 28: Menampilkan Thumbnail di Halaman Depan (12)
- 28: Prostitusi Pelajar dan Beban Sosial Bangsa (116)
- 24: Haris Firdaus di Balik Misteri Nusantara (102)
- 23: Bahasa Politik Berbasis Kerakyatan (86)
- 22: Meratapi Nasib Bahasa Ibu (5)
- 21: Ujian Nasional: Haruskah Jadi Momok? (101)
- 18: Blog Agregator Personal (9)
- 16: Blog Agregator Agupena Jawa Tengah (168)
- 14: Blog Agupena Jawa Tengah Sudah Online (3)
- 12: Politik, Demokrasi, dan Anarki (171)
- 09: Banjir! (183)
- 06: Terkabulkan Sudah Keinginan Itu (13)
- 06: AGUPENA Jawa Tengah dan Ranah Pemikiran Guru Kreatif (127)
- 03: Tarik-Ulur Kebijakan Afirmatif Perempuan (12)
- 03: Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (119)
January 2009 (15)
Detailed Monthly Archive
- 30: Golput: Antara Pilihan dan Legitimasi Demokrasi (216)
- 28: Pasca-Ziarah Bloger Timur Tengah: Sebuah Apresiasi dan Refleksi (132)
- 28: Pertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPC (22)
- 24: Merindukan Multiwajah Indonesia yang Ramah (158)
- 20: Pengumuman Review Cerpen Terbaik (183)
- 19: Keterkejutan Kopdar di Balik Aktivitas Ngeblog (16)
- 18: Review atas Review Cerpen (92)
- 15: Anak-anak dan Imajinasi tentang Perang (153)
- 11: Perang dan Anak-anak (14)
- 10: Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba (152)
- 08: Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen (221)
- 05: Pesona dari Puncak Gunung Kelir (171)
- 02: Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5) (88)
- 01: Postingan Dini Hari pada Awal Tahun (160)
- 01: Postingan Pertama pada Awal Tahun (23)
December 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 31: Para Petualang di Tahun Politik (11)
- 30: Perempuan Bergaun Putih di Bukit Cokrokembang (84)
- 28: Sulitnya Berbuat Adil! (12)
- 27: Hijrah Spiritual dan Intelektual Menjelang Pergantian Tahun (113)
- 24: Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat (59)
- 21: Hari Ibu dan Wajah Peradaban Bangsa (15)
- 21: Kontroversi di Balik Pengesahan RUU BHP (197)
- 17: Terompet Ujian Nasional Itu Telah Ditiup (149)
- 16: Mencoba QuickPress (22)
- 14: File .htaccess Membuat Kepala Puyeng (19)
- 14: Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik (122)
- 13: Menjelang Pergantian Tahun (14)
- 12: Pendidikan Multikultural yang Terabaikan (132)
- 11: WordPress Versi 2.7 Tampil Beda (17)
- 08: Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4) (98)
- 06: Pengurbanan Ismail dan Nilai Kesalehan Sosial (19)
- 05: Tersedu di Atas Hamparan Sajadah (130)
- 01: Memanfaatkan Layanan Webhost untuk Blog MGMP Bahasa Indonesia SMP (139)
November 2008 (24)
Detailed Monthly Archive
- 30: Labirin Sukma: Potret Kepribadian yang Terbelah (61)
- 28: Teks Sastra Tak Pernah Tercipta dalam Situasi yang Kosong (26)
- 28: Upgrade WordPress Versi 2.6.5 (11)
- 27: Memburu Sensasi lewat Blog (142)
- 25: Sang Guru dan Tanah Kelahiran (153)
- 25: Menuai Badai Jual-Beli Nilai (18)
- 21: Harga Sebuah Blog (42)
- 21: Siswi Hamil, Perlukah Dikeluarkan dari Sekolah? (154)
- 17: Sebuah Kado Menjelang Hari Guru (183)
- 17: Budaya Award di Kompleks Blogosphere (31)
- 16: Refleksi Menjelang Hari Guru 2008 (96)
- 14: Blog Tanpa Adsense? (29)
- 13: Masih Relevankah KTSP Dipertentangkan dengan UN? (19)
- 12: Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3) (115)
- 10: Membangun Semangat Berbagi dan Bersilaturahmi melalui Blog (41)
- 10: Drama Eksekusi yang Tragis Itu (9)
- 09: Gelar Budaya Teater Semut 2008 (17)
- 08: Domain Baru dengan Hosting Gratis (176)
- 08: Mendaki Pelangi: Menatap Matahari (13)
- 08: Ancaman (9)
- 08: Langit Makin Mendung (9)
- 05: Pemulung dan Nilai Kepahlawanan Sejati (209)
- 03: Temu Forum Komunikasi Fasilitator PUG Bidang Pendidikan (82)
- 01: Kecerdasan Paripurna Menggapai Kesejatian Diri (113)
October 2008 (14)
Detailed Monthly Archive
- 30: Pertemuan Tak Terduga dengan Mas Andy MSE (120)
- 29: Pesta Bloger: untuk Apa dan Siapa? (181)
- 26: Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2) (127)
- 24: Terkena Kutukan Mbah Google (185)
- 23: Mengapa Guru Mesti Ngeblog? (137)
- 20: Pesona Uang dan Kekuasaan (177)
- 16: Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1) (168)
- 14: Menafsirkan Kembali Makna Pemuda sebagai Aktor Perubahan (119)
- 12: Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran (135)
- 11: Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global (105)
- 10: Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender (92)
- 08: Dunia Pendidikan, Realitas Sosial, dan Ujian Nasional (89)
- 06: Mencermati Pembusukan Penggunaan Bahasa Indonesia (144)
- 03: Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran (110)
September 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 29: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H (147)
- 27: Malam Lebaran: antara Kebahagiaan dan Ketragisan Hidup (68)
- 26: Refleksi Menjelang Lebaran (100)
- 26: Di manakah Allah ?
- 25: Mengantisipasi Ulah Hacker “Hitam” (114)
- 22: Nofollow Free: Plugin yang Ramah kepada Pengunjung (129)
- 20: Tag Award: antara Silaturahmi dan Apresiasi (102)
- 19: Pendampingan Penyusunan KTSP (80)
- 17: Membumikan Nilai Demokrasi dari Ruang Kelas (66)
- 15: Lompatan Budaya Membaca yang Tidak Wajar (67)
- 13: Tayangan TV yang Bias Gender (48)
- 10: Menguji Validitas Blog Berdasarkan Standar Web (88)
- 09: Blog, Politik, dan Sebuah Perubahan (55)
- 08: Mengapa Blog Tak Bisa Diakses via Firefox (61)
- 07: Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti (41)
- 04: Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer (63)
- 03: Kang Badrun Juga Puasa (64)
- 01: Virus Menulis: Dari ERA hingga EWA (62)
August 2008 (13)
Detailed Monthly Archive
- 30: Ujian Nasional (UN) Jalan Terus? (57)
- 27: Refleksi Menjelang Ramadhan (89)
- 25: Saya Sedang Mencari Tuhan (59)
- 22: Tragedi Pasca-Pesta Karnaval (34)
- 19: Yang Tersisa Setelah “Pesta” Karnaval (57)
- 16: Dirgahayu Negeriku! (55)
- 15: Balada Gadis Kecil Berambut Ekor Kuda (32)
- 13: Spam Karma Memang Sadis! (61)
- 11: Membangun “Jalan Tol Peradaban” Berbasis Kerakyatan (53)
- 09: Demokrasi yang Sehat: Kapan Terwujud? (55)
- 06: Mampukah Sentuhan TI Melahirkan Generasi yang Cerdas dan Santun? (51)
- 04: Mengakrabi CSS/XHTML Validator (52)
- 01: Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI (64)
July 2008 (15)
Detailed Monthly Archive
- 31: Refleksi Menjelang Agustus-an (47)
- 27: Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh” (51)
- 27: Sastra Kita Miskin Pemberontakan? (35)
- 25: Dihajar Komentar SPAM (52)
- 23: Nasib Penerbit dan Penulis Buku Teks Pasca-BSE (64)
- 21: Sepasang Tanduk Bertengger di Kepalaku (50)
- 18: Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pengembangan Bahasa Indonesia (2-Habis) (49)
- 17: Sampeyan Percaya Pemilu 2009 Akan Menghasilkan Perubahan? (64)
- 14: Memberhalakan Ijazah (85)
- 13: Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pembinaan Bahasa Indonesia (1) (52)
- 12: Membangun Peradaban yang Sensitif terhadap Seni dan Budaya (33)
- 10: Menanggapi Tuduhan sebagai Penjiplak (69)
- 06: Tak Ada Lagi Alasan untuk Mengebiri Sastra! (63)
- 05: Bahasa Blog: Antara Gaya dan Kepentingan Ekspresi (55)
- 03: Pembelajaran Berperspektif Gender (51)
June 2008 (19)
Detailed Monthly Archive
- 30: Mengintip “Dapur” Blog untuk Menyentuh SEO (57)
- 28: Gejala Tutur Indon-English dan UU Kebahasaan (38)
- 27: Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner? (69)
- 25: Keberingasan Pelajar, Tanggung Jawab Siapa? (57)
- 23: Sihir Euro 2008 dan Budaya Massa (24)
- 22: Refleksi Pasca-Ujian Nasional (23)
- 21: E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media (29)
- 19: Lingkaran Kekerasan dalam Institusi Pendidikan (41)
- 17: Ritual Tapa Nyusup ala Salyapati (40)
- 15: Dunia Pendidikan Kita Miskin Sentuhan Pembelajaran Elektronik? (41)
- 14: Senandung Duka Usai Pesta (39)
- 12: Mengapa Statistik Blog Berada di Titik Nol? (56)
- 10: Memanfaatkan Account Gmail untuk Berlangganan Postingan (35)
- 09: Mampukah Pemberdayaan MGMP Menjadi “Therapi Kejut” bagi Guru? (33)
- 07: Ketika Kobaran Api Mengepung Shinta (37)
- 06: Pasang Surut Menyusuri Kompleks Blogosphere (42)
- 05: Mengakrabkan Siswa pada Budaya dan Tradisi (34)
- 02: Pringas-Pringis (64)
- 01: Setelah Berpindah Server (48)
May 2008 (15)
Detailed Monthly Archive
- 27: Cukup Satu Malin Kundang Saja! (63)
- 26: Sastra Koran di Tengah Imaji Kekerasan (40)
- 24: Catatan terhadap Cerpen-Cerpen Sawali Tuhusetya *) (49)
- 21: Arogansi Tumenggung Wilmuna (38)
- 19: Reformasi Kultural: Sebuah Indonesia yang Tertinggal (40)
- 18: Dari Kumcer, Kopdar, hingga Seminar: Sebuah Perjalanan Budaya (60)
- 12: Tragedi Mei 1998 dan Runtuhnya Basis Kemanusiawian Kita (77)
- 11: Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer (65)
- 10: Kesadaran Kolektif yang Terkoyak (45)
- 09: Kunta Wijayandanu untuk Anoman (25)
- 07: Kopi-paste: Perlukah Minta Izin? (39)
- 06: Cerpen dari Mantan Murid (39)
- 05: Guru Ngeblog: Apa Untungnya? (58)
- 03: Selamat Jalan, Slamet Pambudi! (22)
- 02: Benarkah Dunia Pendidikan Kita Sedang “Sakit”? (39)
April 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 30: Melly Kiong dan Bukunya (45)
- 29: Pilkada Pasca-Reformasi, Quo-Vadis? (35)
- 25: Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan? (50)
- 23: Petaka di Balik Cupumanik Astagina (25)
- 21: Bloger Bersatu untuk Hak Asasi Manusia (46)
- 20: Kartini-Kartini Muda: Jangan Terjebak Seremoninya! (26)
- 19: Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca? (26)
- 17: Kritik Model “Wayang Slengekan” (28)
- 15: Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah (39)
- 14: Perlukah Pendidikan Antikorupsi Masuk Kurikulum? (25)
- 13: Elegi Pasca-Perang (19)
- 12: Slank, Wakil Rakyat, dan Budaya Antikritik (23)
- 11: Bandwith, Bandwith, Bandwith! (24)
- 09: Mewaspadai Komersialisasi Pendidikan (29)
- 07: Setelah Memperoleh Sertifikat Pendidik, Lalu Bagaimana? (40)
- 05: Santhet (26)
- 03: Bhismaaa…! (29)
- 01: Sanggupkah Kaum Perempuan Membangun Fitrahnya? (39)
March 2008 (13)
Detailed Monthly Archive
- 30: Dimensi Kehidupan Manusia dalam Teks Sastra (30)
- 26: Mampukah Sekolah Menjadi “Benteng” Utama Apresiasi Sastra? (58)
- 23: Gatutkaca Memburu Teroris (34)
- 22: Banner Baru “Menolong Mereka yang Kelaparan” (23)
- 21: Kopdar dan Sentuhan Nilai Kemanusiaan (27)
- 16: Istirahat Sejenak! (2)
- 14: Pengakuan Dosa Seorang Bloger “Kurang Ajar”
- 13: Nasi Aking dan Sirnanya Empati Kita terhadap Sesama (52)
- 11: Revitalisasi Pendidikan Kemanusiaan (34)
- 09: Bersembunyi di Balik Jargon Eufemisme (42)
- 08: Gapit *) (26)
- 06: Pendidikan Spiritual di Sekolah, Apa Kabar? (45)
- 02: Sastrawan Masuk Sekolah: Sebuah Agenda yang Tertinggal (42)
February 2008 (21)
Detailed Monthly Archive
- 29: Roy Suryo, Bloger, dan Sikap Hipokrit (75)
- 28: Senja Kala di Pancalaradya (21)
- 27: Ubuntu? Ufh…. (42)
- 24: Mitos dan Selubung Masa Silam: Tabir Penulisan Cerpen (45)
- 22: Kehidupan “Wong Cilik” dalam Teks Cerpen (38)
- 22: Guru Menulis BTP: Kenapa Tidak? (24)
- 20: Mereka adalah Anak-anak yang Memiliki Dunianya Sendiri (46)
- 18: “Kemesraan” Koran dan Blog (44)
- 17: Perubahan “Wajah” (45)
- 16: Sang Bunga Layu Sebelum Mekar (19)
- 15: Jika Dunia Pendidikan “Memberhalakan” Pasar (36)
- 13: Perselingkuhan Samba dan Dewi Hagyanawati (31)
- 11: Surat Terbuka buat Triyanto Triwikromo (39)
- 10: “Perceraian” antara Budaya dan Pendidikan: Tanya Kenapa? (37)
- 08: Halaman Khusus Guru “Go-Blog” (27)
- 08: Anoman Sang Pembebas (27)
- 06: Terbebas dari Ruang “Tahanan” Akismet (35)
- 06: Ujian Nasional dan Kekuasaan Hegemoni Negara (28)
- 04: Dhawangan (16)
- 03: Terjerat Akismetkah? (35)
- 02: “Perang Sastra” Terus Berlanjut? (23)
January 2008 (58)
Detailed Monthly Archive
- 31: Menimbang Bobot Literer “Puisi Blog” (34)
- 30: Kenapa Blog Ini Jadi Boros Bandwith? (34)
- 27: Selamat Jalan Sang Jenderal Besar! (31)
- 26: Hilangnya “Aura” Kesenian Kota Semarang (17)
- 25: Reformasi Sekolah, Apa Kabar? (26)
- 24: Marto Klawung (32)
- 22: Menjadi Shi Fu (28)
- 21: Perlukah Pengarang Melakukan “Pemberontakan”? (26)
- 20: Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana, dan Saut Situmorang (38)
- 16: Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra (39)
- 14: Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca-Jawa (37)
- 13: Kembali Ke Sekolah (40)
- 12: Perlukah Kita Menjadi Narcisus? (51)
- 10: Perempuan Bergaun Putih (62)
- 09: “Demam” Ngeblog di Kalangan Guru Makin “Parah” (47)
- 09: Selamat Tahun Baru 1429 H (19)
- 08: “Demam” Ngeblog di Kalangan Guru Terus Berlanjut (46)
- 07: Andrea Hirata Menjadi Presiden? (43)
- 06: Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP (31)
- 05: Surat dari Pak Triman untuk Mendiknas (4)
- 05: Guru Demo, Tanya Kenapa? (4)
- 05: Stop Pengadaan Seragam Sekolah! (0)
- 05: Budaya Meneliti di Kalangan Guru (22)
- 05: Pindah Rumah pada Awal Tahun (53)
- 04: Perubahan Paradigma Pendidikan (14)
- 03: Tumbal (12)
- 03: Blog Guru (37)
- 02: Pendidikan dan Moralitas Kaum Terpelajar (1)
- 02: Wujudkan Reformasi Sekolah agar Tak Lagi Sekadar Wacana (4)
- 02: Akankah Kurikulum 2004 Berakhir Konyol? (2)
- 02: Kecemasan Menjelang UN (1)
- 02: Kelas Unggulan dan Akselerasi, Sebuah Tragedi (18)
- 02: BOS BUKU DATANG, SEKOLAH MERADANG? (4)
- 02: MENUNGGU LONCENG KEMATIAN (3)
- 02: Latar Belakang Sertifikasi (4)
- 02: MAMPUKAH SERTIFIKASI GURU MENDONGKRAK MUTU PENDIDIKAN? (11)
- 02: MENGEMBALIKAN KE-“RESI”-AN SEORANG GURU (2)
- 02: MENYIKAPI ANGKA KERAMAT 4,26 (0)
- 02: MENGEBIRI KARYA GURU (2)
- 01: Inovasi Pembelajaran (80)
- 01: Kang Sakri dan Perempuan Pemimpi (4)
- 01: Sepotong Kepala (4)
- 01: Kepala di Bilik Sarkawi (9)
- 01: Kang Panut (1)
- 01: Warni Ingin Pulang (4)
- 01: Sang Pembunuh (1)
- 01: Pulang (1)
- 01: Wisuda (0)
- 01: Pengakuan (1)
- 01: Aib (0)
- 01: Ancaman (0)
- 01: EVALUASI KTSP SMP DI KABUPATEN KENDAL (12)
- 01: Pendidikan Pencerah Spiritual
- 01: Bahasa Indonesia, antara Modernisasi dan Jatidiri (1)
- 01: Membangun Tradisi Demokrasi Lewat Pendidikan (2)
- 01: Membumikan Nilai Demokrasi di Sekolah (3)
- 01: Siapkah Guru Sastra Menyongsong KBK? (2)
- 01: MEMPERTANYAKAN APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP PROFESI GURU (11)
December 2007 (12)
Detailed Monthly Archive
- 31: “Wejangan” di “Pertapaan” Cokrokembang (6)
- 29: Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya (23)
- 28: Quo Vadis Kurikulum Pendidikan Kita (Sebuah Refleksi Akhir Tahun) (9)
- 26: Selamat Natal dan Tahun Baru 2008 (6)
- 25: Banner untuk Guru (24)
- 24: Blog Ini Sempat Tewas (6)
- 21: Surat Buat Mak di Kampung (5)
- 19: Kesetiakawanan Sosial dan Pengorbanan Ismail (4)
- 17: Guru yang Dibenci Sekaligus Dirindukan (14)
- 16: Pertunjukan Tayub di Grobogan (5)
- 16: Penjara (2)
- 09: Tak Perlu Bersikap Reaktif! (0)
November 2007 (9)
Detailed Monthly Archive
- 28: Korpri dan Neofeodalisme dalam Birokrasi (3)
- 26: Jagal Abilawa (4)
- 24: Gerah Gara-gara Guru (6)
- 12: Penerbitan Mandiri dan “Kopdar Mini” (2)
- 11: Sertifikasi Guru, Sebuah “Indonesia” yang Tertinggal (23)
- 11: Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru (115)
- 07: Kang Panut (1)
- 06: Teks Fiksi dan Kehadiran Dokumentator (1)
- 01: Bang Kempul Bergaya Selebritis: Sebuah Refleksi (4)
October 2007 (12)
Detailed Monthly Archive
- 26: Topeng (2)
- 25: Membebaskan Dunia Pendidikan dari “Virus” Politik (0)
- 23: “Fasisme” dalam Dunia Pendidikan (0)
- 20: Sang Primadona (2)
- 18: Mengapa Pamor Guru Meredup? (2)
- 16: Download Inovasi pembelajaran (65)
- 14: Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup (6)
- 13: Usai Shalat Ied, Lantai Masjid Jebol! (2)
- 10: Kembali Ke Fitrah (0)
- 09: Catatan dari Balik Kabut (1)
- 09: Sastra Koran versus Sastra Cyber (4)
- 09: Di Manakah Empati Kita terhadap Sesama? (2)
September 2007 (4)
Detailed Monthly Archive
- 19: Taufiq Ismail tentang “Gerakan Syahwat Merdeka” (4)
- 11: Bangsa yang Malas Membaca (17)
- 07: Siapa Mau Jadi Bloger “Pemberontak”? (19)
- 04: Guru Indonesia: Generasi yang Hilang? (28)
August 2007 (16)
Detailed Monthly Archive
- 28: Benarkah Pelajar Kita Mengidap “Rabun” Sastra? (38)
- 27: Legenda Sisyphus dan Bongkar Pasang Kurikulum (26)
- 25: Tiga Bahasa Plesetan tentang KTSP (14)
- 23: Catatan Tercecer dari Semiloka Nasional: Peran TIK dalam Revitalisasi Pembelajaran (7)
- 20: Reformasi Sekolah, Kepemimpinan Feodalistis, dan KTSP (23)
- 18: Sastra dan Anomali Sosial Generasi Muda Masa Kini (14)
- 16: Guru, Blog, dan Profesionalisme (28)
- 14: Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan? (21)
- 12: “Bunuhlah Imajinasiku dengan Puisiku!” (20)
- 11: Serbuan Istilah Asing: Globalisasi atau Gombalisasi? (6)
- 08: Nasionalisme Kita Telah “Mati Suri”? (13)
- 06: Puisi Heroik dan Kepekaan Akal Budi (4)
- 05: Terima kasih dan Mohon Maaf Pengunjung (3)
- 05: 17-Agustusan, Jangan Terjebak Seremoninya, Bung! (7)
- 04: Pendidikan Kita hanya Mencetak “Anak Mami”? (9)
- 02: Pekik “Merdeka” dan KTSP (3)
July 2007 (30)
Detailed Monthly Archive
- 15: Menggugat Ujian Nasional yang Antirealitas (4)
- 15: Perubahan Kurikulum dan Martabat Bangsa (6)
- 15: Perubahan Kurikulum di Tengah Mitos Globalisasi (22)
- 15: Kesusastraan Jawa Tengah Miskin Pemberontakan? (1)
- 15: Jika Cerpen Dicemari Limbah Politik (1)
- 15: Romantika, Logika, dan Religiusitas (0)
- 15: Jika Penyair Menjadi Seorang Narcisus (1)
- 15: Tak Harus Bilang “Brengsek” (4)
- 15: Karya Sastra yang Baik Tak Lepas dari Dimensi Hidup (3)
- 15: Dimensi Sosial dalam Sastra (0)
- 15: Menemukan Kristal Hakikat Danarto (5)
- 15: MENGUAK ABSURDITAS CERPEN DANARTO (6)
- 15: Antologi Sastra (0)
- 15: OTONOMI PENGAJARAN SASTRA (5)
- 15: MEMBANGUN “OTONOMI” PEMBELAJARAN SASTRA (7)
- 15: Membangun Budaya Demokrasi melalui Pendidikan (4)
- 15: Memaksimalkan Peran Ibu sebagai Pencerah Peradaban (4)
- 15: Korpri dan Mutu Pelayanan Publik (5)
- 15: Kesetiakawanan Sosial Versus Masyarakat Konsumtif (0)
- 15: Fenomena Pilkades di Era Reformasi (0)
- 15: Cerpen Teror sebagai Bahan Ajar (0)
- 15: “Anak-anak Bukanlah Keranjang Sampah” (1)
- 15: Efisiensi Bahasa Bisa Berbuntut Kebingungan (2)
- 15: Sobokartti: Kapitalisme versus Idealisme (0)
- 15: Wasit Sepak Bola dan Dunia Pendidikan (0)
- 15: Menulis Buku Teks (5)
- 15: Kelulusan dan Perilaku Vandalistis (0)
- 15: “Pencitraan” dan “Pembunuhan” Karakter Siswa Didik (5)
- 12: Ancaman (0)
- 11: Guru dan “Virus” Gaptek (6)
Plugin by iDunzo.com














